Menjadi Guru Yang Belajar Dengan Gembira Bersama GuruInovatif.id

“Aku Mengajar Dengan Gembira”

Empat kata yang kalau disingkat menjadi AMDG ini adalah penutup satu dari sekian banyak tulisan guru saya di SMA Kolese De Britto, Bapak St Kartono. Bapak yang satu ini memang sudah menulis begitu banyak hal tentang menjadi guru sejak lama.

Buat saya, passion semacam ini bukan hal mudah. Sebab, semakin banyak hal ideal yang beliau tulis berarti tuntutan beliau untuk semakin ideal sesuai isi tulisan juga semakin besar. Nyatanya, sampai sekarang ya tetap saja muncul tulisan-tulisan bernas tentang ‘menjadi guru’ dan tetap pula segar untukdibaca terus-menerus.

Padahal lagi, sebagai anak guru saya cukup tahu bahwa mengajar itu tidak selalu dapat kondisi gembira. Apalagi di masa pandemi ini, ketika metode belajar diubah menjadi sedemikian drastis: dari tatap muka ke tatap layar.

Demikian kutipan pidato, yang lebih cocok dibilang surat terbuka, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim pada peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019. Faktanya memang demikian, guru berada dalam tuntutan untuk mencerdaskan bangsa, namun di sisi lain ada elemen-elemen administratif yang kadang lebih menghabiskanwaktu dan bahkan kata Mas Menteri pada surat yang sama: “tanpa manfaat yang jelas”.

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen berikut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 menyebut 4 kompetensi dasar guru sebagai berikut:

Dalam rumusan lain, sejumlah literatur juga menyebut setidaknya ada 9 kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yakni:

Banyak ya? Ya itu tadi, beban guru untuk ‘mencerdaskan bangsa’ sesuai amanat konstitusi memang sangat berat. Walau demikian, masalah yang berkelindan juga tidak kalah berat. Data Neraca Pendidikan Daerah, misalnya, memperlihatkan bahwa kompetensi guru di Indonesia belum merata. Sebagai gambaran, rata-rata terendahnya adalah 33.88 dan tertingginya 69.12. Artinya, yang terendah itu masih separo dari yang tertinggi. Jurangnya masih cukup jauh.

Sebaran Neraa Pendidikan Daerah, diolah dari data Kemendikbud. Tampak DIY menjadi provinsi dengan nilai rata-rata terbaik nasional.

“Masih mending Mama lho, bisa pakai komputer…”

Itu quote Mamak saya beberapa tahun silam ketika masih aktif jadi guru. Yha, memang harus dipahami bahwa walaupun soal TIK disebut sebagai elemen dari kompetensi, tidak semua guru juga melek TIK. Segitunya Mamak saya pun cukup bangga ketika beliau bisa menyelesaikan UKG di komputer. Saya juga pernah mendapati di era spreadsheet yang sambil kayangpun bisa menjumlahkan nilai tetap ada guru yang melakukan penjumlahan pakai kalkulator berbasis legernya.

Ya kalau merujuk data Digital Indonesia tahun demi tahun dari We Are Social dan Hootsuite sih memang terlihat. Pada tahun 2021, pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta alias masih 73,7 persen. Berarti ada sekitar 70 juta penduduk Indonesia yang belum menggunakan internet. Persentasenya memang 70 persen tapi kalau dikali penduduk Indonesia jatuhnya ya tetap banyak.

Walau demikian, kita tidak boleh menihilkan peran guru-guru senior. Terutama pada masa pandemi ini, sebagian guru senior berjuang keras untuk menyesuaikan diri dengan keadaan walapun sulit. Ya, sebagaimana saya yang mengaku bapak millennial inipun begitu buka TikTok juga bingung sama interface-nya.

Ada gap yang harus disesuaikan dan tidak semua orang bisa dengan cepat beradaptasi, apalagi yang sudah senior. Kunci utama dalam hal ini adalah niat dan keinginan untuk selalu belajar dan beradaptasi.

Platform Belajar Lengkap

Saya sendiri sekarang sedang kuliah S2 dan merasakan betul bedanya jadi mahasiswa tahun 2021 dan tahun 2009 ketika saya lulus profesi. Pembeda utamanya tentu di kekayaan ilmu melalui internet. Kalau dulu mau nyari referensi harus membuka buku satu per satu sampai ke indeks-indeksnya, sekarang tinggal ketik di portal yang isinya sudah jurnal dan e-book semua.

Hal itu adalah keunggulan masa kini yang harus dimanfaatkan, termasuk oleh para guru. Di Indonesia, telah hadir sebuah platform bagi para guru untuk belajar dan memperoleh sertifikasi guru yakni GuruInovatif.id. Jadi, terutama untuk para guru yang punya niat untuk belajar sudah ada platformnya dan tinggal dieksekusi niat tersebut menjadi kegiatan belajar seutuhnya.

GuruInovatif.id sendiri merupakan platform daring besutan HAFECS yang bertekad mendorong transformasi pendidikan di Indonesia melalui peningkatan kompetensi para guru dengan terukur dan terstruktur. Ada 4 bagian besar produk GuruInovatif.id sebagai berikut:

Online Certification menurut saya adalah produk menarik dari GuruInovatif.id. Bagaimanapun, sertifikat via daring ini sudah menjadi kelaziman. Dalam soal data science, misalnya, penyedianya sudah banyak sekali. Demikian pula pada bidang audit maupun manufaktur. Masa pandemi COVID-19 mampu menggusur keharusan untuk proses tatap muka di kelas menjadi webinar demi webinar yang bisa disimak sambil santai di rumah tanpa harus memikirkan biaya transportasi yang selama ini menjadi momok. Demikian pula dengan biaya penyelenggaraan yang menjadi ringan karena biaya seperti sewa tempat, listrik, dll juga menjadi nihil.

Online Certification di GuruInovatif.id harganya ada di kisaran 65.000 untuk topik-topik seperti PCK IPA maupun PCK Matematika untuk 32 JP. Bahkan ada yang gratis seperti Pengembangan Profesionalisme Guru di Abad 21. Terutama pula untuk PNS maupun guru-guru swasta yang harus menjaga sertifikasinya masing-masing, pengembangan kompetensi ini tentu penting untuk mengamankan angka kredit. Dengan harga murah dan bahkan bisa sambil rebahan, angka kredit yang biasanya menjadi momok itu bisa diperoleh dengan lebih sederhana. Walaupun tentu saja harus diikuti dengan baik supaya sertifikatnya tidak sekadar penyelesaian tetapi juga kelulusan.

Tidak hanya Online Certification, GuruInovatif.id juga menyediakan sejumlah course yang secara luar biasa dapat dinikmati dengan FREE. Bagi guru lulusan baru mungkin course seperti ‘Cara Membuat Ujian Online Menggunakan Google Form’ adalah hal yang telah dipelajari sejak kuliah, akan tetapi bagi guru senior course semacam ini cukup relevan. Termasuk juga mengelola Google Drive untuk pekerjaan dan bahan ajar. Artinya, course yang disediakan cukup menyasar kebutuhan berbagai level guru yang memang ingin dan mau belajar. Disediakan dengan FREE pula.

Terdapat pula Mini Course yang juga FREE terkait topik-topik yang sangat relevan dengan kebutuhan guru, seperti ‘Pengembangan Kurikulum Inovatif dan Penerapan Asesmen Pembelajaran’ hingga ‘Aplikasi Pedagogical Context Knowledge’ untuk berbagai jenjang. Mini Course ini juga menyediakan sertifikasi guru untuk 16 JP.

Untuk ilmu-ilmu yang lebih singkat, GuruInovatif.id juga menghadirkan Live Webinar dengan sertifikat 4 JP. Berbagai produk ini dapat diperoleh dengan mendaftar di GuruInovatif.id yang mudah dan tentu saja gratis.

Pengalaman Mengikuti Productivity Course

Saya mau berbagi sedikit pengalaman dalam mengikuti salah satu pelatihan guru di GuruInovatif.id yakni ‘Menulis Tulisan Berbahasa Inggris Secara Benar Dengan Memanfaatkan Fitur Grammarly’. Kursus ini merupakan salah satu productivity course yang ilmunya bisa diperoleh dengan FREE.

Kursusnya singkat, tetapi cukup berfaedah pada saya yang bahkan sudah mengenal Grammarly beberapa lama. Ada fitur-fitur yang justru saya baru tahu setelah mengikuti kursus ini. Narasinya juga tidak terlalu cepat sehingga dapat diikuti dengan enak berikut ada tampilan layar sehingga kita bisa tahu bagian-bagian yang harus diklik untuk dapat menggunakan Grammarly dengan prima.

Bagi yang sering cari ilmu di YouTube, kontennya mungkin mirip dengan yang suka disediakan oleh Mas-Mas India. Akan tetapi, dengan tempo suara yang tepat dan menggunakan Bahasa Indonesia, tentunya lebih nyaman belajar di GuruInovatif.id ini.

Program Afiliasi

Jumlah guru di Indonesia lebih dari 2,5 juta. Jumlah yang cukup masif untuk berkembang bersama. Dengan program afiliasi, para guru yang telah bergabung dengan GuruInovatif.id dapat memperoleh penghasilan tambahan yang cukup mudah. Cukup dengan mengikuti kursus dengan biaya minimal Rp50.000,- sudah dapat join program afiliasi.

Keunggulannya? Ada komisi sampai dengan 20% jika ada teman guru lain yang mendaftar melalui afiliasi kita. Sederhananya ketika ada rekan yang mengambil Online Certification seharga Rp65.000,- dengan memasukkan kode referral kita maka akan ada komisi satuan Rp13.000,- yang masuk ke rekening. Lumayan sekali, bukan?

Guru yang Mengajar dan Belajar Dengan Gembira

Tadinya saya sering memandang bahwa sertifikasi itu sebatas kertas belaka. Nah, ketika kemudian saya diberi kesempatan untuk benar-benar sertifikasi, ternyata dampaknya memang besar. Selain sedikit beban karena punya sertifikat dan kalau ditampilkan kemana-mana malu jika tidak paham, ternyata secara diam-diam ilmunya masuk ke dalam pikiran dan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Secara khusus untuk para guru, berbagai kursus yang diikuti, terutama Sertifikasi Guru di GuruInovatif.id, juga akan dapat membantu pada proses belajar-mengajar sehari-hari terutama pada masa pandemi ini.

Doa kita bersama tentu agar pandemi COVID-19 segera berlalu, vaksinasi sukses, fasilitas kesehatan kembali legaan sedikit, dan tentu saja kita dapat bersua lagi di ruang-ruang kelas bersama guru-guru yang mengajar dengan gembira karena sebelumnya guru belajar dengan gembira pula bersama GuruInovatif.id.

Ah, jadi rindu mereka~

* * *

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Sesi 2 GuruInovatif.id. Untuk mengikuti lomba, sila klik pada banner di atas~

Cara Terbaik Mencintai Lambung

Halodoc

Cara Terbaik Mencintai Lambung – Sebagaimana seluruh bagian tubuh, lambung memiliki fungsi yang spesifik dan tiada tergantikan oleh bagian lain. Lambung sendiri berperan untuk menyimpan serta memecah makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Mengingat peran penting itu, sudah tentu kesehatan lambung wajib dijaga.

Apabila tidak terjaga dengan baik, akan muncul sejumlah penyakit lambung yang tentu saja nggak enak. Kalau gatal, masih kelihatan dari luar. Proses sembuh atau tidaknya kelihatan. Kalau lambung? Cuma ada rasanya saja, bentuknya tidak terlihat.

Salah satu hal yang sering kita alami dalam kaitannya dengan lambung adalah naiknya asam lambung. Asam yang biasanya ada di lambung dapat naik dengan bebas ke kerongkongan untuk kemudian memicu rasa panas, nyeri dada, sampai kemudian mulut yang asam, mual, muntah, atau yang cukup kentara dan khas bapack-bapack 30-an: sendawa terus menerus~

Faktor Risiko dan Penyebab Penyakit Asam Lambung

Ada sejumlah hal yang menjadi faktor risiko dan penyebab dari penyakit asam lambung. Pada faktor-faktor risiko ini, ada kencenderungan otot pengunci tadi yang bernama lower esophageal sphincter (LES) melemah, yakni obesitas, usia lanjut, dan hamil. Ya, tiga kondisi ini memang khusus. Kalau usia lanjut, ya sebagaimana barang-barang sekalipun kalau organ tubuh dipakai terus-menerus tentu ada capeknya dan ada rusaknya. Kalau hamil, hal itu terkait kondisi tubuh yang memang berbeda dengan kondisi normal. Demikian pula pada obesitas, karena tanggung jawab dan beban hidup yang ditanggung oleh tubuh juga lebih besar.

Pada obesitas sudah tentu kaitannya merupakan faktor kelebihan berat badan. Selain itu, ada beberapa penyebab lain yang tidak hanya ada pada orang-orang yang obesitas saja, yang kurus juga bisa. Pertama, konsumsi makanan berkadar lemak tinggi yang terlalu banyak. Kedua, konsumsi kopi, miras, maupun rokok dan cokelat yang terlalu banyak. Tentu saja ini merupakan peringatan bagi anak senja. Salah-salah jadinya bukan ‘kopi-senja-puisi-kenangan’ tapi malah jadi ‘kopi-senja-asam lambung’.

Kan ambyar, yha~

Sebenarnya, ada sejumlah pendekatan yang bisa dilakukan dalam menyiasati asam lambung, terutama pertama-tama sebelum mengonsumsi obat. Pendekatan paling utama tentu pengaturan pola makan.

Makan Tepat Waktu

Kalau teman-teman periksa ke dokter, berikut tenaga kesehatan yang menyertainya, nasehat ini klasik. Tapi ya dalam pengalaman saya sebagai apoteker KW, makan tepat waktu di fasilitas kesehatan itu agak merupakan nasehat untuk pasien saja karena yang menasehati suka terlambat makan juga~

Perhatikan Porsi

Salah satu yang sering dilupakan oleh orang-orang dalam makan adalah porsi. Waktu masih mahasiswa mungkin nggak masalah karena lambungnya masih remaja dan masih kuat. Akan tetapi, kalau dipaksa ya capek juga lambungnya. Apalagi kalau sudah punya penyakit lambung, ketika makan dalam porsi lebih banyak dari biasanya dapat memicu refluks lambung.

Jangan Banyak-Banyak Air Putih Saat Makan

Kebanyakan minum pas makan berpotensi mencairkan asam lambung. Dampaknya kemudian adalah makanan yang masuk jadi lebih sukar untuk dicerna. Lebih lanjut lagi, kalau kebanyakan minum itu sebenarnya hanya mendorong makanan ke dalam lambung padahal belum dilumat sempurna oleh gigi. Artinya, lambung jadi berbeban lebih berat karena mendapatkan makanan yang belum cukup hancur oleh gigi.

Kadangkala, asam lambung naik ketika kita tidak siap dengan persediaan obat. Beda dengan istri yang memang sedang on therapy, saya sendiri hanya kadang-kadang bermasalah dengan pencernaan. Ketika suatu kali kena, tentu butuh obat dan saya tentu tidak bisa main ambil obatnya istri.

Lambung

Pada kondisi tersebut kita dapat memanfaatkan Halodoc. Untuk penyakit lambung ada begitu banyak artikel yang tersedia. Kalau masih ada pertanyaan, bisa chat dokter dengan dokter berpengalaman dan terverifikasi sehingga kita bisa memperoleh penjelasan dan saran medis yang akurat dapat dapat dipercaya.

Lebih lanjut lagi, ketika memang butuh terapi, kita bisa beli obat melalui Halodoc. Pada pengalaman saya, penggunaan Halodoc bukan hanya untuk beli obat lambung, tapi sering juga untuk vitamin anak yang hanya ada di apotek tertentu sehingga nggak ada di apotek dekat rumah. Kalau pakai Halodoc tinggal ketik di aplikasi lalu pesan kemudian bayar, kita tinggal menanti produknya tiba di depan pintu.

Seru kan?

Manfaat Menggunakan Asuransi HP untuk Perlindungan yang Maksimal

Tidak bisa dipungkiri bahwasannya saat ini handphone pintar atau yang lebih dikenal dengan smartphone telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat luas. Handphone memang sudah tidak dianggap sebagai barang mahal lagi, tetapi  juga sebagai tempat menyimpan berbagai dokumen penting di dalamnya. Maka dari itu, asuransi HP sangat penting untuk dimiliki.

Asuransi Handphone AXA Mandiri
Sumber: Anserve.com

Manfaat Bergabung dengan Asuransi Handphone

Dengan adanya asuransi HP, berbagai resiko yang bisa menyangkut keamanan HP dan data penting di dalamnya bisa lebih terjamin. Inilah berbagai manfaat menggunakan asuransi HP selengkapnya.

1. Memulihkan Data Berharga di Handphone

Jika HP mengalami error dan data-data yang ada di dalamnya tidak bisa diakses dengan instant oleh pengguna, dalam hal ini jika HP tersebut diasuransikan, maka semua akan teratasi dengan mudah. Pihak perusahaan asuransi akan memberikan rekomendasi teknisi yang dapat memulihkan data tersebut serta menanggung biaya perbaikannya menurut syarat dan ketentuan perusahaan.

Jika memang nasabah memakai teknisi dari luar, maka hal tersebut diperbolehkan dan biaya pertanggungjawaban kerusakan akan tetap dicairkan mengikuti alur dan tahapan tertentu. Akan tetapi, proses ini lumayan lama jika dibandingkan melakukan perbaikan dengan teknisi yang telah disediakan oleh pihak perusahaan asuransi.

2. Melakukan Penghematan Uang

Manfaat berikutnya dengan mendaftar asuransi HP yakni nasabah akan lebih hemat dalam hal mengeluarkan uang. Hal ini bisa terjadi karena asuransi bisa mengcover biaya kerusakan perangkat HP yang terkadang bisa mencapai nominal jutaan rupiah. Bayangkan saja, jika HP sering rusak, bisa dipastikan bahwa pengguna akan kewalahan untuk mengeluarkan biaya perbaikannya.

Oleh sebab itu, mendaftar asuransi HP sangatlah direkomendasikan. Dijamin keuangan akan tetap stabil dan aktivitas menggunakan HP pun akan tetap aman dan nyaman. Pilihlah asuransi yang tepat dan terpercaya yakni seperti halnya di AXA Mandiri yang sudah berpengalaman selama puluhan tahun.

3. Melindungi Layar dan Motherboard Handphone

Komponen layar dan motherboard handphone adalah 2 komponen utama yang rawan terhadap kerusakan dan harganya juga sangat mahal. Untuk satu kali kerusakan, pengguna bisa menghabiskan uang jutaan rupiah. Oleh karena itu, jika mempunyai handphone mahal dan komponen perangkat keras di dalamnya juga terhitung mahal, lebih disarankan untuk mendaftarkan HP tersebut pada layanan asuransi HP.

Dengan begitu, jika ada permasalahan terhadap LCD dan motherboard, pengguna akan tenang karena semua biaya pelayanan akan dicover oleh pihak perusahaan asuransi selama nominalnya masih berada pada jumlah dana pertanggungjawaban maksimal. Mendaftar asuransi tidak akan pernah membuat nasabah rugi, tetapi hal itu akan mendatangkan kemanfaatan yang sangat banyak bagi mereka.

4. Mengganti Kehilangan Handphone

Jika HP nasabah hilang karena sebab pencurian atau jatuh di jalan, hal tersebut juga akan diganti menggunakan biaya yang dipertanggungjawabkan oleh asuransi HP yang dimiliki. Sistem penggantian ini adalah biaya yang diberikan akan sama dengan biaya pembelian baru HP yang hilang dan sudah terdaftar dalam asuransi tersebut.

Jika ingin membeli HP dengan tipe dan merk lain juga diizinkan. Akan tetapi, harganya maksimal harus sama dengan pembelian baru HP yang hilang. Jika nasabah memilih HP yang nominalnya melebihi biaya pertanggungjawaban asuransi maksimal, hal tersebut tidak akan dicover oleh biaya asuransi dan mereka wajib membayar secara pribadi biaya kelebihan tersebut.

Asuransi Handphone AXA Mandiri
Sumber: blog.tracfone.com

Itulah beberapa manfaat memiliki asuransi HP. Mengingat peran dan fungsi HP yang sudah semakin vital saat ini, asuransi untuk menjamin HP dari resiko kerusakan dan kehilangan sangat penting untuk dipertimbangkan. Anda bisa memilih asuransi HP dari AXA Mandiri yang terpercaya.

Selain karena produk asuransinya yang menyediakan layanan berkualitas, AXA Mandiri direkomendasikan karena bisa fleksibel. Fleksibilitas dalam hal perubahan polis dan pembayaran premi itulah yang nantinya akan memudahkan nasabah asuransi itu sendiri.

Tetap Produktif Dengan Meja Makan Minimalis dari iCreate.id

Tetap Produktif Dengan Meja Makan Minamlis dari iCreate.id – Sejak pindah ke rumah nyicil milik sendiri, ada perbedaan mendasar yang saya alami. Bukan apa-apa, pas masih di kontrakan dan sembari menanti KPR lolos plus renovasi interior, saya ‘terpaksa’ menggunakan kursi makan bayi yang dimodifikasi untuk bekerja dengan laptop. Benar-benar meja makan minimalis, lebih tepatnya meja makan bayi. Wkwk.

Sumber: Facebook Ariesadhar

Nah, di rumah yang baru, ada sedikit permasalahan baru juga. Kami pindah ke rumah yang ukurannya separo dari kontrakan sebelumnya. Jadi, kalau dulu saya bekerja menggunakan meja makan minimalis di ruang tamu dan Mama Isto bekerja di kamar belakang, maka di rumah baru pengaturan jadi berbeda.

Pertama, kamar kedua posisinya sempit sekali dan hanya bisa untuk menaruh meja setrikaan mini milik kami berikut meja belajarnya Isto. Mama Isto kemudian bekerja di singgasananya di kamar. Terus saya gimana?

Yha, saya pada akhirnya tetap di ruang yang tersisa dan merupakan persatuan ruang tamu, ruang keluarga, hingga dapur. Saya tentu tidak bisa punya meja kerja sendiri, kecuali rumah kami segede rumah di sinetron yang walaupun gede-gede tapi banyak konflik itu. Pada intinya, saya butuh meja makan minimalis.

Meja makan minimalis itu kemudian akan berfungsi ganda yakni benar-benar untuk makan, tetapi juga dapat saya gunakan untuk produktif bekerja terutama di kala Work From Home (WFH). Apalagi di semester terakhir ini, ketika saya benar-benar harus lulus kuliah karena kalau sampai nggak lulus, nggak akan ada yang mau membiayai semester kelima~

Esensi Meja Makan di Masyarakat

Bicara meja makan baik yang minimalis maupun yang lebih kompleks, kita dapat kembali ke sebuah penelitian jauh sebelum Indonesia maupun Korea Selatan merdeka. Penelitian itu berjudul Family Table Talk–An Area for Sociological Study, yang paper-nya ditulis oleh James H. S. Bossard pada tahun 1943.

Meja Makan Adalah Tempat Keluarga Berada Pada Kondisi Paling Bersahaja

Kita mungkin akan berdandan kalau mau pergi ke luar rumah. Atau bahkan sisiran jika hendak tampil webinar sekalipun. Kalau ada tamu juga biasanya kita berganti pakaian jadi agak sopan sedikit. Menurut penelitian tersebut, peristiwa makan bersama keluarga di meja makan sebenarnya adalah kondisi paling bersahaja suatu keluarga. Ketika nggak berpikir soal dandan, sisiran, dll. Tinggal berdoa, makan, lalu bercerita satu sama lain.

Meja Makan Adalah Tempat Interaksi Keluarga

Ketika berkumpul di meja makan, biasanya keluarga akan makan terlebih dahulu sebelum kemudian mengakhiri dengan bercerita satu sama lain. Menurut Pak Bossard, interaksi di meja makan itu ternyata merupakan hal penting dapat perkembangan kepribadian seseorang.

Meja Makan Adalah Tempat Untuk Mewariskan Budaya

Masih menurut Pak Bossard, ternyata makan bersama di meja makan merupakan kegiatan yang efektif untuk mewariskan budaya. Budaya itu tidak perlu jauh-jauh, sih. Tapi hal-hal sederhana semacam berdoa sebelum makan, makan dengan tangan atau sendok atau lengkap sendok dan garpu, serta hal-hal lainnya.

Transformasi di Meja Makan

Berdasarkan penelitian Inohe Tadashi di Jepang pada tahun 1993 yang berjudul Changes in Family Relations Reflected in the Dining Table From the Perspective of “The Family Theater Theory”, urusan meja makan ini mengalami transformasi dalam 3 bentuk.

Meimeizen

Dalam konsep ini, setiap makanan disajikan dalam tray terpisah. Setiap anggota keluarga menerima tray atau hakozen, yaitu kotak dengan ukuran 30x30x20 cm yang di dalamnya terdapat set lengkap perlengkapan makan untuk satu orang. Saat digunakan, kotak ini menjadi meja kecil.

Chabudai

Pada metode ini ada yang namanya handai dan shippokudai. Chabudai sendiri merupakan kelompok kecil meja makan yang ditempatkan pada tatami, sebagaimana kita lihat di kartun Sinchan atau Doraemon.

Gaya Barat

Nah, di Jepang sendiri pada tahun 1993 sudah terjadi pula pengaruh budaya barat sehingga muncul meja dan kursi. Sederhananya ya seperti yang ada di dunia pada umumnya sekarang ini.

Meja Makan Minimalis di iCreate.id

Alasan utama untuk menggunakan meja minimalis untuk saya tentu saja karena ruang yang tersedia juga minimal. Akan tetapi secara umum, estetika minimalis yang ada di ruang makan dapat menciptakan kesan luas dan juga bersih. Hal itu kemudian dapat dinikmati oleh keluarga yang turut serta makan berikut para tamu, kalau ada.

Meja Makan Minamalis Kayu

Di iCreate.id kita dapat menemukan sejumlah tipe meja makan yang sesuai dengan keperluan maupun ketersediaan ruang plus budget kita. Bagi yang doyan bahan kayu, terdapat Dresden Meja Makan Minimalis Kayu 4 Kursi Warna Putih Ukuran 120 cm. Produk ini menggunakan design Skandinavia yang cukup hits di kalangan rumah tangga muda zaman now. Sebagai meja makan, lapisan teratas dari Dresden dilapisi High Pressure Laminate (HPL). Jadi, lapisannya bukan material sheet. Meja makan minimalis ini menggunakan kaki dari kayu solid dan mampu menanggung beban hidup lebih dari 250 kilogram.

Dresden Meja Makan Minimalis Kayu (iCreate.id)

Untuk yang butuh ramai-ramai, tersedia Postdam Meja Makan Minimalis Kayu 4 Kursi. Sama-sama dilapisi HPL dengan ukuran sedikit lebih lebar daripada Dresden.

Postdam Meja Makan Minimalis Kayu (iCreate.id)

Selain Dresden, ada produk lain yang menggunakan nama kota lain di Jerman yaitu Hannover Meja Makan Kayu Minimalis. Meja makan ini terbuat dari solid beech wood dan MDF dengan ukuran 80×80 cm jadi cukup ringkas dan sangat tepat untuk kondisi seperti rumah saya. Nah, kalau versi bulat dari Hannover ada juga, namanya Heidelberg Dining Table.

Hannover Meja Makan Kayu Minimalis (iCreate.id)

Selain Heidelberg, ada juga Hamburg Meja Makan Bulat Kayu Ukuran 100 cm. Material kayu sendiri cenderung membuatnya lebih mudah dibersihkan dan harganya terbilang sangat murah kalau dibandingkan dengan Informa atau Ikea. Dengan ukuran yang sedikit lebih kecil, hadir Nurnberg yang sama-sama terbuat dari MDF dan solid beech wood. Ketebalan lapisan catnya kurang lebih 1,6 cm jadi lebih tahan goresan, ya namanya juga dipakai sehari-hari. Produk ini juga didukung oleh 4 bantalan kaki tahan aus yang mampu meredam kebisingan serta mencegah garukan di lantai, apalagi kalau pakai vinyil pasti terasa sekali.

Apabila ingin motif marmer, maka tersedia pula pilihan meja makan Munchen Bulat Motif Marmer dengan ukuran 110 cm. Daun mejanya menggunakan kayu MDF dengan finishing motif marmer yang mevvah. Lagi-lagi, cocok untuk pasangan muda yang lagi mesra-mesranya dan karena masih muda jadi rumahnya belum luas kayak rumah saya.

Meja Makan Minimalis Kaca

Tidak semua orang suka bahan kayu. Ada juga yang doyannya kaca. Dalam kedoyanan yang satu ini, di iCreate.id ada Hamburg Meja Makan Bulat Kaca Ukuran 100 cm. Dengan harga yang kurang lebih sama, meja makan bulat ini kurang lebih seperti Hamburg versi kaca. Kaca yang digunakan adalah tempered glass dengan kaki sama seperti Hamburg menggunakan powder coating leg. Tentunya kalau saya sendiri sedang tidak ingin punya meja kaca, soalnya lagi punya bocah yang sedang aktif-aktifnya (kalau lagi nggak mager).

Hamburg Meja Makan Bulat Kaca (iCreate.id)

Meja Makan Minimalis Extendable

Model ini sebenarnya paling cocok dengan rumah kecil karena penggunaannya sesuai kebutuhan ruangan. Salah satu yang ada di iCreate.id adalah Koln Meja Makan Minimalis Modern Putih Extendable dengan ukuran 160x90x76 cm. Nah, lebarnya dapat extend menjadi 200 cm sesuai dengan kebutuhan. Jadi, kalau pas ada tamu ada keluarga lain menginap, bisa digunakan untuk 6 kursi.

Koln Meja Makan Minimalis Modern Putih Extendable (iCreate.id)

Selain Koln, ada pula Waldenburg Meja Makan Extendable Motif Marmer. Sesuai kategorinya, desainnya minimalis tapi kesan mewahnya tetap ada. Ukurannya kurang lebih sama dengan Koln. Jadi, nggak perlu lagi ada bangku tembak kalau sedang ada orang tua atau mertua berkunjung ke rumah.

Waldenburg Meja Makan Extendable Motif Marmer (iCreate.id)

Mengingat pandemi belum usai, walaupun kuliah saya harus sudah segera selesai, maka upaya untuk tetap produktif dari rumah menjadi sangat penting. Orang-orang seperti saya tentu tidak sedikit, toh kan aturan di Jakarta saja masih 50% ngantor dan 50% WFH kan? Artinya, yang butuh untuk tetap produktif saat bekerja di rumah dan butuh meja makan minimalis yang dapat berfungsi untuk makan, ngopi, hingga kerja juga ada banyak.

Bagi yang ingin menggunakan meja makan minimalis maupun furniture online lainnya dari iCreate.id tapi tipenya adalah harus-melihat-baru-percaya, showroom iCreate.id tersedia di The Icon Business Park BSD dan Mendrisio Gading Serpong yang buka setiap hari.

Yuk, mari tetap produktif bekerja, berkarya, dan lain sebagainya di rumah masing-masing bersama iCreate.id.

Digitalisasi BPJS Kesehatan Sebagai Potret Transformasi e-Government di Indonesia

Digitalisasi BPJS Kesehatan sesungguhnya merupakan topik menarik dalam perspektif administrasi publik pada umumnya dan e-Government pada khususnya. Alasan pertama tentu saja karena yang diurus adalah kesehatan, suatu sektor yang sangat krusial dalam kehidupan manusia. Alasan berikutnya, seluruh core business dari BPJS Kesehatan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi itu sendiri.

Oh, kita tentu tidak sedang membahas perkembangan teknologi kedokteran. Walaupun BPJS Kesehatan membiayai suatu tindakan medis, tapi ranahnya bukan itu. Kita juga tidak sedang membahas formularium obat yang proses penyusunannya melibatkan banyak pakar dari berbagai institusi.

Pembahasan kita adalah pada proses bisnis BPJS Kesehatan yang mengumpulkan uang, mengelolanya, dan menggunakannya ketika memang benar-benar dibutuhkan. Tampak sederhana, tapi tentu tidak sederhana ketika yang diurus adalah 221.471.196 peserta (data per 31 Januari 2021) dengan rincian sebagai berikut:

Boleh dibilang, BPJS Kesehatan menjadi contoh pelayanan publik dengan peserta terbanyak se-Indonesia Raya. Kalau dibandingkan dengan e-KTP, akte kelahiran, dan sejenisnya, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri bekerja sama dengan dinas kependudukan dan pencatatan sipil di daerah, yang notabene adalah bawahannya Kepala Daerah. Bebannya banyak, tapi tetap masih ada pembagiannya.

Belum lagi, berbeda dengan layanan seperti e-KTP, sebagian publik yang dilayani BPJS adalah peserta yang membayar setiap bulan secara rutin. Ketika publik membayar atas sesuatu, maka publik akan lebih demanding. Dengan kata lain, publik yang dilayani BPJS Kesehatan itu akan cenderung lebih banyak komplainnya dibandingkan layanan publik lainnya. Di sisi lain, jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan ini punya dampak sosial yang luar biasa.

Hasil sensus penduduk Indonesia tahun 2020 dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa penduduk Indonesia pada September 2020 adalah 270,2 juta jiwa. Artinya, peserta BPJS Kesehatan jumlahnya sudah lebih dari 80% penduduk Indonesia dan semuanya itu diurus sendiri oleh BPJS Kesehatan.

Dengan beban kerja seberat itu, tanpa digitalisasi, sudah fix bakal ambyar. Kebayang dong jumlah kertas yang harus disiapkan dan dihabiskan untuk mengurusi pendaftaran, pembayaran iuran, hingga klaim dari 80% penduduk Indonesia jika layanan BPJS Kesehatan tidak didigitalisasi? Belum lagi pengelolaan iuran dari puluhan juta peserta mandiri yang tentu saja tidak terima apabila uang iuran itu tidak dikelola secara akuntabel.

6 Core Business BPJS Kesehatan

Seperti telah dijelaskan bahwa urusan BPJS Kesehatan itu banyak, tapi dalam tulisan ini mari kita fokus pada core business saja. Jadi, urusan pengadaan kertas buat operasional sehari-hari, dll tidak kita kulik.

Dari gambar di atas sebenarnya kembali terlihat urgensi digitalisasi. Sebab, harus ada data yang konsisten sejak layanan kepesertaan hingga pada pelayanan kesehatan yang dimaksud. Sehingga sejalan dengan yang pernah saya ceritakan sebelumnya saat periksa ginjal dengan dokter spesialis, datanya juga jelas perihal saya itu dirujuk dari fasilitas kesehatan mana, dengan gejala dan kebutuhan apa, di dokter spesialis mendapatkan treatment apa, dan lain-lain.

Ujung-ujungnya tentu agar saya sendiri bisa mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Di sisi lain, rumah sakit yang melayani juga mendapatkan imbal jasa yang pas dengan treatment yang diberikan. BPJS Kesehatan sendiri juga mengeluarkan dana pada jumlah yang tepat sesuai treatment yan saya terima.

Sejujurnya ini agak mirip PPIC, kalau diceritakan satu per satu terlihat gampang. Tapi begitu dimasukkan pada realitas bahwa yang diurus adalah ribuan produk, ya jadinya pusing juga.

e-Government

Sebelum lebih lanjut mendalami digitalisasi, mari kita bahas sejenak soal e-Government. Sederhananya, electronic government alias e-Government alias lagi e-Gov merupakan penggunaan teknologi informasi oleh institusi di pemerintahan yang mampu mengubah relasi dengan warga negara, dunia usaha, hingga bidang pemerintahan lainnya. Kurang lebih begitu kalau menurut World Bank.

Seperti perkembangan lain di bidang administrasi publik, tadinya e-Gov diimplementasikan di negara maju. Ketika di negara maju sudah cukup mapan, negara berkembang hingga negara miskin kemudian merasa butuh juga. Salah satu metode yang cukup sering digunakan untuk mendorong implementasi e-Gov adalah dengan ‘memaksa’ negara miskin dan berkembang untuk menerapkan e-Gov jika hendak menerima pinjaman maupun bantuan dari negara maju. Lewat metode ini, e-Gov kemudian berkembang.

Konsep e-Gov sendiri tidaklah sesederhana layanan publik via internet seperti kita mengurus paspor daring atau menggunakan layanan BPJS Kesehatan via aplikasi Mobile JKN sebagai wujud hubungan Government to Citizens (G2C). Walaupun memang layanan itulah yang dirasakan oleh publik secara langsung.

Pada saat yang sama, G2C itu juga berkelindan dengan Government to Government (G2G) dan Government to Business (G2B). Dalam hal layanan BPJS Kesehatan, G2B-nya antara lain pengadaan barang/jasa untuk operasional BPJS Kesehatan. Sedangkan G2G-nya adalah relasi antara Kementerian Keuangan atau Kementerian Kesehatan.

Kehadiran e-Gov ini berangkat dari perkembangan paradigma New Public Management (NPM) yang ‘swasta banget’ sehingga efisiensi, kecepatan, dan transparansi menjadi kunci. Tidak heran pula bahwa dalam implementasi e-Gov, banyak konsep-konsep yang berangkat dari penerapan pada perusahaan swasta seperti yang paling sederhana: Customer Relationship Management. Dulu-dulu kalau menerima layanan pemerintah, ya harus manut apapun masalahnya. Sekarang? Bahkan ada kanal pengaduan pelanggan segala!

Digitalisasi Sektor Kesehatan

Perkembangan e-Gov kemudian juga masuk ke sektor kesehatan. Sebagaimana pada bidang lain, tentu ada disrupsinya. Sekarang kalau kita ke RS, sudah jarang membawa resep sendiri ke bagian farmasi untuk ditebus. Pada umumnya dokter sudah mengisi di sistem, lalu pada saat yang sama bagian farmasi mendapat informasinya, lantas mempersiapkannya. Dampaknya buat kita sebagai publik? Tentu saja, pelayanan jadi lebih cepat! Sering terjadi kita selesai mengurusi pembayaran, pas mampir ke farmasi, obatnya sudah tersedia. Walaupun pada prosesnya tentu muncul kerentanan di sana-sini sebelum akhirnya adaptasi terjadi.

Van Velthoven dari University of Oxford menyebut digitalisasi telah mengubah masyarakat secara revolusioner yang bahkan tidak pernah terbayangkan 1 abad silam, dengan mampu menyasar isu-isu lama seperti mutu layanan hingga biaya. Kotarba dari Warsaw University of Technology mengidentifikasi lima dimensi penting dalam digitalisasi yakni ekonomi, masyarakat, industri, enterprise, dan klien. Adapun e-Gov sendiri hadir sebagai elemen dari dimensi masyarakat. Aspek ini adalah yang utama dan paling mudah dinilai publik, sementara institusi pemerintah termasuk BPJS Kesehatan tetap harus sibuk mengembangkan 4 dimensi lainnya. Lagi-lagi, ujungnya sebenarnya adalah agar publik menerima layanan yang lebih baik dan kalau bisa malah terbaik sekalian.

Pada awal BPJS Kesehatan hadir, cukup banyak proses yang menuntut masyarakat mengurus segala sesuatu secara manual. Tidak usah jauh-jauh, ketika saya mengurusi tambahan kartu pada tahun 2018 untuk anak, ya tetap harus izin dari kantor dan mengantri ke kantor BPJS yang paling dekat dengan kantor. Model pelayanan seperti ini yang harus ditekan seminimal mungkin meskipun tentu tidak pula harus dihilangkan.

Dalam prosesnya, saya melihat dan mengalami sendiri betapa digitalisasi BPJS Kesehatan terasa langsung di gawai. Paling gampangnya adalah saya bisa melihat diagnosis dokter ketika memeriksakan diri menggunakan BPJS untuk kejadian yang bahkan sudah lewat 3 tahun. Hal ini mungkin tampak sepele, tapi dalam dunia kesehatan, riwayat tersebut sangatlah penting. Tidak selengkap rekam medis di fasilitas kesehatan tentu saja, tapi sudah cukup membantu peserta.

Transformasi Digital BPJS Kesehatan

Nah, perkembangan e-Gov tadi semakin didorong cenderung dipaksa oleh kehadiran pandemi COVID-19. Bagaimana tidak, wong kita diminta untuk sebisa mungkin di rumah saja, padahal banyak urusan yang harus jalan terus. Hampir semua instansi pemerintah bergerak lebih kencang karena didorong oleh kondisi tersebut, termasuk tentu saja BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan sendiri kalau menurut saya sudah cukup ciamik e-Gov-nya dari dulu, seperti misalnya sudah bisa pindah faskes hanya pakai aplikasi dan tidak perlu ke kantor. Termasuk juga tidak perlu bawa kartu kemana-mana, cukup pakai aplikasi. Di era pandemi ini, BPJS Kesehatan juga mendorong peserta JKN-KIS untuk menggunakan layanan digital. Selain Mobile JKN yang tadi sudah saya kisahkan, ada juga BPJS Kesehatan Care Center 1500400, masih ada pula Chat Assitant JKN atau CHIKA, Voice Interactive JKN atau VIKA, sampai dengan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp atau PANDAWA.

Pilihan-pilihan tersebut sangat penting untuk disediakan oleh BPJS Kesehatan. Data Digital 2020 menyebut bahwa penetrasi internet di Indonesia ada di angka 64% dengan rata-rata waktu yang dihabiskan dalam sehari untuk menggunakan internet di gawai masing-masing mencapai 4 jam dan 46 menit! Alternatif-alternatif layanan yang sejalan dengan karakteristik masyarakat menjadi penting dalam upaya meningkatkan engagement dengan publik yang merupakan peserta BPJS Kesehatan. Ambil contoh PANDAWA, kehadiran layanan itu sangat masuk akal ketika disandingkan dengan data Digital 2020 bahwa 84% pengguna media sosial di Indonesia memakai WhatsApp. CHIKA dan VIKA bahkan sudah berteknologi artificial intelligence (AI) sehingga semakin relevan pula dengan perkembangan zaman.

Digitalisasi di BPJS Kesehatan juga menjadi jawaban dari sejumlah permasalahan yang dalam beberapa tahun terakhir diidentifikasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Pada Ikhtisar Hasil Pemeriksaan BPK RI Semester I Tahun 2020 disebutkan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian seperti optimalisasi pemutakhiran dan validasi kepesertaan maupun pentingnya verifikasi klaim layanan yang didukung sistem pelayanan dan sistem kepesertaan yang terintegrasi dengan andal.

Pada akhirnya harus dipahami bahwa #DigitalisasiBPJSKesehatan bukanlah pekerjaan sekali jadi, melainkan senantiasa berkesinambungan. BPJS Kesehatan sendiri pada akhirnya harus juga dapat agile guna bisa beradaptasi dengan baik pada transformasi yang dibutuhkan sejalan dengan perkembangan dunia kesehatan hingga ekspektasi dari masyarakat sebagai peserta, terutama dalam elemen kecepatan dan ketepatan pelayanan.

Ketika pelayanan tepat dan cepat, maka peserta senang, fasilitas kesehatan juga senang, termasuk BPJS Kesehatan pun turut senang. Menyenangkan sekali, bukan?

Daftar Jurnal Ilmu Administrasi di Indonesia

Di Indonesia, terutama untuk S2 ada kewajiban untuk membuat publikasi sebagai syarat yang berhubungan dengan keberlangsungan tesis. Syarat yang cukup menarik, menantang, tapi sekaligus bikin sejumlah orang sulit lulus padahal mata kuliah sudah kelar semua. Mana kuliah S2 kan mahal ya semesterannya~

Untuk itulah, karena kebetulan saya sedang menempuh pendidikan Ilmu Administrasi (dan Kebijakan Publik), maka saya mengumpulkan jurnal-jurnal bidang Ilmu Administrasi yang beredar di Indonesia. Dengan demikian, mahasiswa S2 yang sudah mau ujian tesis bisa mengintip persyaratan masing-masing pada link DAFTAR JURNAL ILMU ADMINISTRASI DI INDONESIA ini ya.

Oya, datanya valid per 30 Januari 2021. Ada sejumlah jurnal di Garuda yang muncul tapi saya cek tidak aktif. Siapa tahu kelak aktif lagi ya saya kan nggak tahu. Makanya disclaimer di atas penting untuk diperhatikan. Demikian, semoga cepat lulus~

Inilah Keuntungan Asuransi Motor AXA Mandiri Untuk Nasabah

Menggunakan asuransi motor hilang AXA mandiri akan memberikan keuntungan yang positif bagi nasabah. Asuransi ini akan mengcover semua hal biaya kerugian akibat kehilang motor yang sudah didaftarkan dalam asuransi. Tentunya, dengan menggunakan asuransi tersebut nasabah tidak perlu ketar-ketir lagi jika mereka mengalami peristiwa kehilangan motor karena telah memiliki perlindungan finansial sebelumnya. 

4 Keuntungan Menarik Asuransi Motor Hilang AXA Mandiri

Menggunakan layanan asuransi kehilangan motor AXA Mandiri akan sangat berguna untuk berjaga-jaga mengatasi kerugian jika ada kendaraan yang hilang. Asuransi ini memiliki banyak keuntungan yang mana nasabah pasti akan dimudahkan dengan itu semua. Inilah beberapa keuntungan jika memiliki asuransi motor hilang dari AXA Mandiri: 

1. Ganti Rugi Biaya Kendaraan yang Hilang

Manfaat pertama yang akan didapatkan nasabah ketika menggunakan layanan asuransi motor hilang dari AXA Mandiri adalah adanya biaya pertanggungjawaban kehilang berdasarkan nilai yang telah disepakati. Pada saat mendaftar asuransi, nasabah dipersilakan untuk mengambil premi berapa dan jenis biaya yang akan dicairkan ketika kehilangan kendaraan bermotor.

Umumnya, biaya ini mencakup seluruh onderdil motor yang dikalkulasi dari biaya pembelian sepeda motor beserta tahun pembuatannya. Dengan begitu, pengguna tidak akan mengalami banyak kerugian ketika sepeda motor mereka hilang baik karena pencurian maupun sebab bencana alam. 

2. Layanan Kehilangan Kunci Kendaraan

Selain pertanggungjawaban terhadap kendaraan yang hilang, AXA Mandiri juga bertanggung jawab ketika nasabah hanya kehilangan kunci motor saja. Dengan begitu, AXA akan membuatkan kunci motor yang baru tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Layanan ini akan sangat jarang ditemui oleh nasabah ketika mereka menggunakan perusahaan asuransi lainnya. Hanya AXA Mandiri yang berani memberikan pertanggungjawaban kepada kunci motor yang hilang. Layanan ini sudah termasuk dalam pengurusan asuransi kehilangan secara keseluruhan. 

3. Mengubah Dana Pertanggungjawaban Menjadi Investasi

Bilamana kendaraan nasabah hilang dan ingin mengubah dana pertanggungjawaban tersebut menjadi dana asuransi investasi, hal ini sangat dimungkinkan di perusahaan AXA Mandiri. Dana pertanggungjawaban motor yang hilang tersebut akan langsung diubah menjadi dana investasi tanpa ada syarat-syarat dan ketentuan yang rumit. 

Prosesnya sangat cepat dan semua bisa dilakukan secara online sehingga nasabah tidak perlu repot pergi berkunjung dari satu kantor asuransi ke kantor lainnya. Melalui pengubahan dana investasi ini, nasabah juga akan mendapatkan berbagai keuntungan yang menarik tentunya. Dijamin hal tersebut akan membuat dana yang diinvestasikan beserta seluruh aset di dalamnya aman serta tidak khawatir akan adanya kerugian.

4. Nasabah Tidak Harus Melakukan Pengurusan yang Rumit

Perlu diketahui bahwasannya jika nasabah menggunakan semua layanan AXA Mandiri termasuk asuransi kehilangan sepeda motor, maka prosesnya sangat mudah dan tidak memerlukan berkas yang aneh. Bahkan nasabah bisa melakukannya dengan cara online. Di sana juga tidak ada jaminan tertentu yang menyebabkan nasabah gagal melakukan asuransi.

Manfaat dari adanya pengurusan yang tanpa ribet ini membuat semua nasabah AXA Mandiri merasa senang dan selalu ketagihan untuk melakukan asuransi di sana. Barang sekecil apapun bisa diasuransikan dengan premi ringan yang pastinya cocok untuk semua kalangan. 

Itulah ulasan gamblang tentang keuntungan menggunakan asuransi motor hilang AXA Mandiri bagi semua nasabah. Apalagi AXA Mandiri dapat mengubah alokasi dana investasi asuransi sehingga bisa sangat memudahkan nasabah. Jadi, jangan lupa untuk mendaftarkan kendaraan bermotor yang dimiliki sekarang juga demi mengamankan aset ketika hilang nantinya. 

Mengenal Vaksin COVID-19 Untuk Indonesia

Vaksin COVID-19 di Indonesia

Pada akhir Desember 2020, Menteri Kesehatan yang baru 4 hari menjabat langsung menggelar konferensi pers tentang kesiapan vaksin. Pemaparannya cukup mudah dipahami sebagaimana video berikut:

Secara umum, disampaikan bahwa ada 5 jalur pengadaan vaksin untuk Indonesia. Empat jalur bilateral dan satu lagi multilateral. Jalur multilateral yang dimaksud adalah COVAX/GAVI. Program ini adalah besutan WHO untuk memberikan pasokan vaksin gratis kepada negara-negara, terutama yang miskin dan berkembang.

Empat jalur lainnya mengacu pada 4 perusahaan dan negara yang berbeda. Mari kita bahas satu per satu, yha.

Sinovac

Vaksin ini mungkin yang paling kondang, sekaligus paling mengundang kontroversi hanya gara-gara asalnya dari China. Belum tahu aja kalau untuk bahan baku obat baik aktif maupun penolong ada begitu banyak yang berasal dari Negeri Tirai Bambu itu. Vaksin ini adalah jenis vaksin dengan virus inaktif dan salah satu lokasi Uji Klinik Fase 3-nya adalah di Indonesia. Vaksin ini juga secara fisik sudah masuk ke Indonesia dan dikawal begitu rupa karena memang vaksin ini sangat penting untuk negeri.

Kalau menurut Menkes, order Sinovac secara total akan berada di kisaran 100-an juta dosis. Jadi, dua pengiriman yang sudah terjadi sebenarnya belum ada apa-apanya. Oya, vaksin ini juga dibeli oleh sejumlah negara lain seperti Turki dan Singapura. Untuk Singapura, vaksin Sinovac merupakan satu-satunya jenis vaksin virus inaktif yang dibeli.

Novavax

Nama baru yang muncul dalam konferensi pers Menkes Budi ini adalah vaksin berplatform protein subunit. Sederhananya, kalau yang virus inaktif, virusnya sepenuhnya masuk ke tubuh tapi dalam kondisi inaktif, nah kalau yang protein subunit ini proteinnya saja. Kalau di ilustrasi GAVI, spike-nya saja yang dimasukkan. Pada umumnya tipe ini, antibodi yang dibentuk tidak serta merta maksimal dan untuk itu ditambahkan adjuvant atau booster.

Novavax sendiri mengggunakan data Uji Klinik Fase 3 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, Puerto Rico, dan Inggris. Sehingga kemungkinan besar vaksin ini juga akan beredar di negara-negara tersebut.

AstraZeneca

Termasuk salah satu vaksin yang ‘kelar’ duluan dalam pengembangannya bersama Oxford. Platformnya adalah viral vector (non-replicating). Berbeda dengan dua platform sebelumnya, pada platform ini yang dimasukkan adalah informasi genetiknya dengan bantuan vektor tertentu. AstraZeneca sendiri menggelar Uji Klinik Fase 3 di Amerika Serikat, Inggris, dan Brazil.

Pfizer-BioNTech

Merupakan vaksin dengan teknologi paling baru sehingga pada sisi lain ada risiko yang mungkin belum bisa dielaborasi sebaik vaksin-vaksin berplatform berbeda. Sederhananya, sel diberi informasi perihal ancaman dalam rupa informasi genetik. Nah, kemudian tubuh akan membentuk antibodi berdasarkan informasi tersebut.

Persoalan untuk vaksin tipe ini adalah penyimpanannya yang sampai minus 70 derajat Celcius. Di negeri yang default-nya panas dan jumlah kulkasnya kurang, akan menjadi masalah tersendiri. Sebab, cold chain merupakan elemen paling krusial dalam pervaksinan.

Vaksin ini sempat menuai polemik di negeri yang suka mempermasalahkan politik karena katanya negeri X itu belinya vaksin dari China padahal China beli produk Pfizer-BioNTech ini. Satu hal yang orang tidak banyak ngeh adalah pada duet BioNTech dan Pfizer ini ada nama Jiangsu dan Fosun Group. Uji Klinik Fase 1-nya dihelat di Jiangsu. Jadi, yang beli Pfizer-BioNTech itu ya Fosun Group. Dikabarkan bahwa distribusinya akan banyak ke sekitar Hong Kong dan Makau, selain juga sebagian di China daratan.

Untuk yang COVAX/GAVI jumlahnya antara 3-20 persen penduduk dan proyeknya keroyokan serta ada upaya membantu negara tidak mampu juga. Jadi, belum tahu kita akan dapat vaksin yang mana~

Kenapa Sih Ada Akun Facebook Personal Dipakai Untuk Instansi Pemerintah?

Belakangan saya rada keranjingan meneliti media sosial. Pertama, karena penelitian dengan media sosial (atau malah media sosialnya itu sendiri) adalah hal menarik untuk dilakukan memenuhi tugas-tugas kuliah ketika kita nggak bisa kemana-mana karena pandemi. Eh, tepatnya sih saya selagi bisa ya memilih nggak kemana-mana karena kopid sialan ini.

Salah satu hasil amatan saya adalah penggunaan akun personal untuk instansi pemerintah, atau ya minimal setara Eselon II gitu, alih-alih menggunakan Facebook Fanspage. Entah kenapa~

Saya suka bertanya-tanya karena sebenarnya dari sisi penamaan sudah pasti tampak mengganggu. Apalagi untuk instansi pemerintah Indonesia yang banyak singkatan. Di Facebook personal, mau nulis LPDP saja nggak bisa, pasti jadinya “Lpdp” karena dianggap nama orang dan nama orang nggak ada yang huruf besar semua.

Jadilah pasti kalau POM kemudian jadi Pom dan BKN menjadi Bkn, demikian pula BSN menjadi Bsn dan seterusnya.

Kalau pakai fanspage atau halaman tentu berbeda, ya karena settingannya berbeda. Lihatlah fanspage LPDP UI, itu bahkan semuanya huruf besar dan bisa-bisa saja, tidak menjadi “Lpdp Ui” sebagaimana kalau dibuat pakai akun personal.

Selain itu, kalau pakai akun personal kan jadinya kita harus logan-login. Namanya juga akun personal. Harus sharing password juga berarti kalau adminnya lebih dari satu. Salah-salah juga bisa bikin salah posting. Belum lagi kalau kejadian lupa password segala macam.

Kalau di fanspage, kan bisa diatur sekian orang sebagai admin, sekian orang sebagai editor, dll. Jadi, tanggung jawab masing-masing bisa dibagi. Bahkan kalau di fanspage itu bisa ketahuan siapa (akun personal) yang nge-post. Yang tahu siapa? Ya, sesama admin. Publik tahunya tentu suatu post dibuat oleh sebuah fanspage.

Lebih enak.

Photo by Gabby K on Pexels.com

Selain itu pula, di fanspage itu bisa dipantau reach, dll, segala macamnya. Sehingga kita tahu suatu unggahan itu impact-nya sejauh mana. Makanya, saya nggak menemukan sedikitpun enaknya mengelola akun media sosial instansi pakai akun Facebook personal.

Belum lagi, di fanspage bisa ditambahkan nomor kontak. Karena sama-sama punya Pak Zuck, jadilah bisa di-link dengan WhatsApp. Plus lagi, Facebook fanspage juga bisa langsung link dengan akun Instagram instansi. Jadi, bisa tuh sekali post untuk lebih dari satu media sosial.

Kemudan pula, kalau akun personal kan ada limit teman, ada pula pengaturan post untuk dilihat teman sebatas apa. Geli aja rasanya ketika kita mendapati di-add suatu akun instansi. Walaupun ya tetap saja accept, sih. Toh, di fanspage, jika memang mau nge-tag pimpinan di akun Facebook personal juga bisa saja tanpa masalah.

Mungkin ini lebih karena ketidaktahuan. Jadi, semoga post ini bisa sedikit memberi tahu para pengelola media sosial instansi supaya lebih tepat dalam bekerja. Ya, saya tahu, jarang yang ada honornya, apalagi kalau sebatas unit eselon II. Hehe.

Bapak Millennial

%d bloggers like this: