Category Archives: Soal Sesuatu

Sesuatu kata itu selalu ada tentangnya..

Liburan ke Instanbul? Ini 10 Kuliner Khas Turki yang Wajib Dicoba!

Turki merupakan salah satu negara yang banyak dikunjungi wisatawan Indonesia. Wajar saja, Turki memiliki banyak daya tarik, mulai dari keindahan tata kota, sejarah yang kuat, sampai kuliner yang lezat. Jadi, wajar saja jika kamu juga tertarik nih untuk datang ke Turki. Buat yang mau ke turki, kamu bisa lho pesan tiket pesawat ke Turki di Traveloka dengan berbagai pilihan maskapai, salah satunya adalah Turkish Airlines.

Ngomong-ngomong soal kuliner, kuliner Turki dikenal memadukan rasa, aroma, dan tradisi dari Timur Tengah dengan sentuhan Mediterania, menciptakan pengalaman kuliner yang unik, kaya dan menggugah selera. Berikut ini adalah beberapa hidangan khas Turki yang wajib dicoba saat kamu mengunjungi negara ini!

  1. Kebab

Salah satu hidangan paling terkenal dari Turki adalah kebab. Kamu mungkin sudah ga asing lagi nih dengan makanan yang satu ini! Walaupun bisa ditemukan dengan mudah di Indonesia, tapi kebab di Turki punya rasa yang khas dan bagi sebagian orang lebih tasty, lho!

Photo by Nishant Aneja on Pexels.com

Ada berbagai jenis kebab, termasuk kebab daging cincang (şiş kebap), kebab daging potong tipis (döner kebap), dan kebab terong (patlıcan kebap). Semua varian ini dihidangkan dengan daging yang diolah dengan rempah-rempah, lalu dipanggang atau dipanggang.

  1. Baklava

Setelah puas menyantap kebab, lanjut mencicipi hidangan manis khas Turki, yuk! Namanya Baklava. Dari tampilannya, Baklava terlihat seperti pastry berukuran mini. Baklava adalah hidangan penutup yang terbuat dari lapisan tipis adonan yang diisi dengan campuran kacang-kacangan seperti kenari atau pistachio, dan dilumuri dengan sirup madu. Bentuknya pun bermacam-macam, ada yang persegi, segitiga, hingga berbentuk bulat. Untuk rasanya pun bervariasi. Baklava punya rasa manis, renyah, dan sangat lezat!

  1. Manti

Manti adalah hidangan tradisional Turki yang bentuknya mirip seperti dumpling kecil yang diisi dengan campuran daging cincang dan rempah-rempah. Hidangan ini biasanya disajikan dengan saus yoghurt dan kadang-kadang saus tomat, serta dihiasi dengan daun mint segar dan merica. Manti merupakan hidangan ini juga sangat populer di Turki dan memiliki variasi rasa yang berbeda-beda di setiap tempatnya.

Tampilan Manti yang kecil dan menggoda serta perpaduan rasa antara daging dan saus yoghurt menjadikannya hidangan yang lezat dan unik. Manti biasanya dimakan dengan menggunakan sendok kecil, dan cara memakan Manti dapat berbeda-beda tergantung pada daerah atau kebiasaan pribadi.

  1. Lahmacun

Turki juga punya Pizza khas nih, namanya Lahmacun! Lahmacun adalah semacam pizza tipis yang diisi dengan daging cincang yang diberi bumbu khusus, seperti cabai, tomat, dan bawang putih. Ini biasanya dihidangkan dengan irisan tomat, selada, dan lemon. Rasanya tidak kalah lezat seperti pizza pada umumnya. Cocok banget buat kamu yang ingin mencicipi kuliner Turki yang terbuat dari roti.

  1. Lokma

Lokma adalah adonan kecil yang digoreng dan kemudian disiram dengan sirup gula. Biasanya dihidangkan dalam jumlah banyak dan sering dianggap sebagai camilan tradisional yang enak. Walaupun sederhana, namun Lokma ini merupakan salah satu desert Turki yang lezat.

  1. Pide

Selain Lahmacun, Turki juga punya hidangan sejenis Pizza, namun bentuknya lebih unik. Namanya adalah Pide! Pide adalah sejenis pizza khas Turki yang berbentuk perahu atau bulan sabit. Di dalamnya biasanya diisi dengan berbagai macam bahan, termasuk daging, keju, sayuran, dan telur.

  1. Sütlaç 

Sütlaç adalah sejenis puding susu karamel yang sangat populer di Turki. Terbuat dari nasi yang dimasak dengan susu, gula, dan vanilla, kemudian dipanggang hingga terbentuk lapisan karamel di atasnya. Rasanya seperti puding manis pada umumnya serta mengenyangkan!

  1. Turkish Delight (Lokum)

Kalau kamu pernah menonton film Narnia, kamu mungkin tidak asing dengan permen ini. Permen bernama Turkish Delight atau Lokum ini diberikan oleh White Witch kepada Edmund Pevensie. 

Turkish Delight sendiri adalah permen tradisional Turki yang terbuat dari pati dan gula, diwarnai dan diberi berbagai rasa seperti mawar, lemon, pistachio, atau delima. Ini adalah camilan manis yang populer.

  1. Salep

Jika kamu datang ke Turki saat musim dingin, tidak ada salahnya menghangatkan diri dengan minum Salep. Eits, jangan salah sangka dulu! Salep yang dimaksud bukan obat salep, ya! Melainkan, salep adalah minuman panas khas Turki yang terbuat dari susu dan bahan akar-akaran orchid. Minuman ini umumnya disajikan di musim dingin dan dihiasi dengan bubuk kayu manis.

  1. Kumpir

Buat kamu yang suka makan kentang, wajib cobain nih makanan bernama Kumpir. Kumpir adalah kentang panggang yang diisi dengan berbagai macam topping seperti keju, mentega, daging cincang, sayuran, dan saus. Ini adalah hidangan yang populer di Turki.

Kuliner Turki menghadirkan kekayaan rasa dan aroma yang mencerminkan warisan budaya dan sejarah negara ini. Saat menjelajahi Turki, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi hidangan-hidangan lezat ini dan merasakan kekayaan kuliner Turki yang memukau.

Buat urusan liburan ke Turki, gunakan aplikasi Traveloka! Ada banyak pilihan tiket ke Turki dengan berbagai variasi maskapai, salah satunya adalah Turkish Airline.

Rekomendasi Kegiatan Saat Berlibur di Bandung

Bandung lagi-lagi ramai di media sosial. Kali ini menyoal transportasi. Rencana pemerintah untuk menonaktifkan bandara Husein Sastranegara guna mengoptimalkan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati mengundang diskusi yang panjang lebar. Salah satunya termasuk usulan bahwa seharusnya bandara itu di Bandung Selatan dan sejenisnya.

Pada intinya, sih, Bandung adalah salah satu destinasi idaman yang sebaiknya memang terkoneksi dengan bandara. Hal ini juga terkoneksi dengan salah satu konten dari akun Instagram Kereta Cepat yang menawarkan ide bagi pekerja Jakarta untuk (((makan siang di Buah Batu))).

Yakali makan siang doang di Buah Batu? Padahal di Bandung itu ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan, selain tentu saja kulineran di bandung.

Pertama, lari pagi-siang-sore-malam di Gasibu

Lapangan yang pernah bernama Wilhelmina Plein alias lapangan Wilhelmina ini terletak persis di depan Gedung Sate. Kenapa namanya Gasibu? Ada kemungkinan terkait dengan aktivitas Gabungan Sepakbola Indonesia Bandung Utara yang dulu pernah aktif bermain di sekitar situ.

Sumber: Musafir Kehidupan

Yang menarik dari Gasibu ini adalah treknya benar-benar trek serius buat lari. Bagus betul. Saya pernah beberapa hari menginap di Ibis (karena mengawal bos yang di Pullman) dan sering sekali memanfaatkan Gasibu untuk mencari keringat. Sebab di Ibis nggak dapat fitness. Tentu saja.

Ngadem di Taman Hutan Raya

Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda adalah bagian dari daerah cekungan Bandung dan punya latar belakang sejarah dengan zaman purba hingga sekarang sebab berdasarkan aspek geologis daerah ini berubah oleh gejolak alam dalam kurun waktu ke waktu.

Sumber: tahurabandung.com

Tahura Ir. H. Djuanda awalnya tadinya adalah kelompok Hutan Lindung Gunung Pulosari yang berubah fungsi menjadi Taman Wisata Alam (TWA) Curug Dago. Pada tahun 1985 atau bertepatan dengan kelahiran Ir. H. Djuanda, TWA Curug Dago diresmikan sebagai Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang merupakan Tahura pertama di Indonesia.

Dan sudah barang tentu, selain ke tempat-tempat tersebut di atas, maka Bandung identik dengan kulinerannya. Sebagai mantan warga ber-KTP Bandung (Barat) dan sekaligus punya anak kelahiran Bandung, berikut sedikit banyak rekomendasi kulineran di bandung versi ariesadhar.com.

Batagor Depan Sekolah Aloysius

Ini rekomendasi pribadi istri. Pernah suatu hari cuti, kami jauh-jauh dari Ngamprah ke tengah kota Bandung cuma buat makan batagor ini.

Sumber; @infobandung_food

Sisi positif dari Batagor ini adalah lokasinya yang di deretan makanan enak lainnya, seperti misalnya Seblak Sultan dan sederet makanan enak lainnya.

Lumpia Basah Jalan Ganesha

Lagi-lagi karena rekomendasi istri, maka untuk kategori lumpia basah tentunya mengarah ke ITB. Dengan pelanggan yang tersebar di seluruh dunia, ITB tentu menjadi magnet sehingga lumpia basah ITB ini selain enak juga laris karena berkuah kenangan. Heuheu. Intinya sih kalau buat anak ITB, lumpia basah ini sudah pasti jadi destinasi kulineran di bandung yang penuh kenangan.

Oya, saya juga bertanya ke Bard-nya Google soal rekomendasinya dia mengenai aktivitas yang sebaiknya kita lakukan di Bandung. Dan menurut si mamang Bule ini, rekomendasinya adalah:

Mengunjungi Gedung Sate

Sebuah hal yang menarik, sih. Tapi tadi kan sudah lari di Gasibu. Jadi bisa sekalian mampir. Saran saya jangan foto-foto Gedung Sate dari Gasibu. Soalnya bakal ada kabel melintang. Hehe.

Mengeksplorasi Jalan Braga

Nggak usah panjang-panjang, ada posting legendarisnya di blog ini yakni Braga, I’m in Love.

Mencicipi Kuliner Lokal

Nah, cocok sekali bukan. Lebih lanjut soal kulineran di bandung bisa merujuk ke tautan yang ada di posting ini, selain juga beberapa yang sudah disebutkan.

Demikianlah sedikit kisah tentang Bandung dan aktivitas serta kulineran yang menyertainya. Semoga berkenan. Bhay~

Dari Singapura ke Legoland Naik Bis

Selamat datang kembali di blog yang sebenarnya makin mahal bayarnya tapi empunya makin jompo untuk mengisi kontennya~

Alkisah beberapa hari lalu, saya dan keluarga berlibur ke Legoland. Tentu saja Legoland-nya tidak jauh-jauh ke Dubai, apalagi Florida. Cukup ke Johor Bahru saja. Segitu saja tabungan sudah menyusut dengan drastis, gaes.

Jadi sejak lama Kristof memang nonton Ryan Kaji di YouTube Kids. Ada episode main di Legoland. Lalu kemudian pada beberapa ulang tahun, teman-temannya memberi bingkisan lego yang plastik sebagai penyerta chiki dan sejenisnya. Saya masih berpikir miskin kala itu dengan membelikannya lego curah. Cuma pas dibeliin jadi aneh karena banyak yang tidak berpasangan.

Singkat cerita, hasil hitung-hitungan sama istri akhirnya kami memutuskan untuk dijadikan saja liburan ke Legoland ini. Lagipula, Kristof ini dari umur 2 tahun sudah punya paspor. Gara-gara pandemi saja dia batal diajak ke luar negeri. Sekalianlah dia sudah umur 6 tahun dan sudah mau masuk SD. Jadi biar nanti kalau-kalau ditanya soal pengalaman ke luar negeri, minimal dia tidak kosong melompong sama sekali.

Ada banyak kisah sebenarnya, tapi kali ini saya mau cerita soal naik bis dari Singapura ke Legoland saja karena bagian ini yang agak sulit mencarinya dalam proses penyusunan itinerary kemarin.

Jadi, Singapura ke Legoland ini dekat sekali sebenarnya. Naik bis itu hitungan 1 jam lebih sedikit. Apalagi di Singapura jalanan terbilang tidak macet dan Legoland pun sebenarnya belum masuk ke pusat kota Johor Bahru. Jadi benar-benar masih di pinggir. Dalam banyak video di YouTube, bahkan pada naik Grab dari Singapura ke Legoland.

Okey. Jadi, hasil cari-mencari sebenarnya soal beli tiket bis ini bisa diperoleh di Klook dan bahkan Traveloka. Cuma atas beberapa pertimbangan, saya kemudian mencoba meluncur ke sumber aslinya. Jadi kalau di Klook itu memang bisnya akan WTS Travel yang bisa diakses di https://www.wtstravel.com.sg/. Dan situswebnya sendiri terbilang mudah diakses dan bisa untuk transaksi dari Indonesia. Jadi, kami eksekusi sekalian.

Bis ini hanya ada 1 kali sehari yakni di pukul 09.00 pagi waktu Singapura. Di tiket, penumpang diharapkan sudah bersiap 08.45. Kemudian bis balik ke Singapuranya adalah pada pukul 17.00 dengan bersiapnya 16.45.

Sebenarnya secara realita tidak 15 menit juga. Dalam perjalanan kemarin, bisnya baru tiba sekitar 8 menit sebelum jam keberangkatan. Tapi memang berangkatnya pas tepat jam 9. Yang nyupir kemarin babang-babang keturunan India yang memang banyak di Singapura. Kebetulan sekali pas berangkat di tanggal 25 Juni, kami dapat double decker. Cocoklah Kristof bahagia sekali karena dapat bis semacam ini. Tujuan membahagiakan anak tercapai.

Lantas di sebelah mana menunggunya?

Benar-benar di Singapore Flyer-nya. Nanti bisnya akan berhenti di depan halte ini. Cuma, karena di seberang itu adalah pit stop untuk F1, saya kurang paham kalau musim F1, di sebelah mana bisnya akan berangkat. Soalnya saya nggak nemu ada semacam Kalibanteng-nya Mangkang di Singapura sini.

Satu hal yang perlu dicatat adalah kita tidak bisa pilih kursi. Ketika membeli tiket tidak ada opsi itu. Dan pas mendapat tiket dari Babang Driver, langsung sudah dikasih nomor kursi. Bagasi kita taruh di bawah, lalu kitanya naik.

Selanjutnya, kita akan masuk ke Malaysia melalui Tuas Point. Nah jadi kalau di Singapura ini modelnya seperti terminal yang tertutup begitu. Ketika masuk Tuas Point, nanti kita akan masuk ke ruangan kaca (yang tidak boleh difoto), lalu akan bersua kamera canggih imigrasi Singapura. Nanti saya akan cerita sedikit prahara anak saya dengan imigrasi Singapura. Semoga dia nggak keburu SMP ketika saya sempat menuliskannya.

Sesudah kelar imigrasi, bis akan muncul di sisi satunya lagi. Dan konsepnya benar-benar seperti terminal yang ada bis plat ini parkir di jalur inu.

Sudah selesai?

Tentu belum. Saatnya memasuki imigrasi Malaysia melalui imigrasi Sultan Abu Bakar. Di bagian ini, ruangannya tidak sebesar Singapura. Pas saya ngantri kemarin, ada beberapa alat yang aneh-aneh aja error-nya. Jangan lupa kalau turun di Malaysia ini, semua barang bawaan turut dibawa serta dan akan dicek di Custom. Ini catatan penting karena saya sempat ngantri, lalu lari ambil tas bocah, untuk kemudian ngantri lagi.

Nah di “terminal” imigrasi Malaysia akan ada petugas dari WTS yang akan memberikan rambu-rambu perjalanan. Pas kami datang itu, petugasnya om-om. Dari mereka akan mengingatkan soal jam berkumpul jika balik hari dan beberapa keterangan lainnya.

Jadi, dengan naik bis jam 9 sebenarnya sampai ke Legoland-nya saja bisa jam 11 lewat. Sedangkan Legoland-nya tutup jam 6 kalau tidak salah. Maka, kalau saya sih menyarankan untuk tidak perlu balik hari kalau rutenya Singapura-Legoland. Mending besoknya sekalian baru pulang.

Ketika pulang, hal yang harus diperhatikan adalah mengisi aplikasi untuk masuk ke Singapura di https://eservices.ica.gov.sg/sgarrivalcard/ sejak dari Legoland dan sudah melihat plat bis yang akan kita naiki sebab antreannya dapat kena pengaruh apabila belum mengisi aplikasi tersebut. Bukan apa-apa, isiannya cukup panjang apalagi kalau 1 rombongan.

Ya kurang lebih demikian. Semoga berkenan. Ciao!

Sci-Hub: A Controversial Force for Open Access

Sci-Hub is a website that provides free access to millions of scientific papers and books. The site was founded in 2011 by Alexandra Elbakyan, a researcher from Kazakhstan. Elbakyan created Sci-Hub in response to the high cost of scientific publications. She argued that the high prices of scientific papers were preventing people from accessing the information they need to do research and make new discoveries.

Sci-Hub works by illegally downloading scientific papers from subscription-based journals and then making them available for free online. The site has been praised by some for making scientific knowledge more accessible. However, it has also been criticized by others for copyright infringement.

In 2015, Elsevier, one of the world’s largest scientific publishers, sued Sci-Hub for copyright infringement. The case is still ongoing, but Sci-Hub has continued to operate despite the legal challenges.

In 2017, Sci-Hub was blocked by Google. However, the site has since been moved to new domains and continues to be accessible to users around the world.

Sci-Hub has had a significant impact on the scientific community. The site has made it possible for people who cannot afford to subscribe to scientific journals to access the information they need to do research. This has helped to level the playing field for researchers from developing countries and has made it easier for people to participate in the scientific process.

Sci-Hub has also been credited with helping to increase the visibility of scientific research. By making papers freely available online, Sci-Hub has made it easier for people to find and read scientific papers. This has helped to raise awareness of new research and has made it easier for scientists to collaborate with each other.

Sci-Hub is a controversial site, but it has had a positive impact on the scientific community. The site has made scientific knowledge more accessible and has helped to increase the visibility of scientific research. Sci-Hub is a force for open access, and it is likely to continue to play an important role in the future of science.

Here are some additional details about Sci-Hub:

  • The site has over 80 million papers in its database, including papers from major scientific journals such as Nature and Science.
  • Sci-Hub is accessed by millions of people around the world each month.
  • The site is blocked in some countries, but it can be accessed using a VPN.
  • Sci-Hub is funded by donations from users.
  • The site’s founder, Alexandra Elbakyan, has said that she is committed to making scientific knowledge freely available to everyone.

What are the pros and cons of Sci-Hub?

Pros:

  • Sci-Hub makes scientific knowledge more accessible to people who cannot afford to subscribe to scientific journals.
  • The site has helped to increase the visibility of scientific research.
  • Sci-Hub is a force for open access, and it is likely to continue to play an important role in the future of science.

Cons:

  • Sci-Hub is illegal in some countries.
  • The site’s founder, Alexandra Elbakyan, has been accused of copyright infringement.
  • Sci-Hub has been criticized for its impact on the scientific publishing industry.

What is the future of Sci-Hub?

It is difficult to say what the future holds for Sci-Hub. The site is facing legal challenges in several countries, and it is possible that it could be shut down in the future. However, Sci-Hub has a large and dedicated user base, and it is likely that the site will continue to operate for the foreseeable future.

This article generated by Bard~

Bard: The Key to a More Creative and Productive Life

Bard is a large language model (LLM) chatbot developed by Google AI. It was first announced in May 2023, and is currently in beta testing. Bard is trained on a massive dataset of text and code, and can generate text, translate languages, write different kinds of creative content, and answer your questions in an informative way.

Bard is still under development, but it has learned to perform many kinds of tasks, including:

  • Following your instructions and completing your requests thoughtfully.
  • Answering your questions in a comprehensive and informative way, even if they are open ended, challenging, or strange.
  • Generating different creative text formats of text content, like poems, code, scripts, musical pieces, email, letters, etc.

Bard is still under development, but it has the potential to be a powerful tool for communication, creativity, and learning. It can be used to:

  • Help you with your work or studies.
  • Generate creative content, such as poems, code, scripts, and musical pieces.
  • Answer your questions in a comprehensive and informative way.
  • Help you learn new things.

Bard is still under development, but it has the potential to be a powerful tool for anyone who wants to be more creative, productive, and knowledgeable.

How does Bard work?

Bard is powered by LaMDA, a large language model from Google AI. LaMDA is trained on a massive dataset of text and code, which allows it to understand and generate human language in a way that is similar to how a human would.

When you ask Bard a question, it uses its knowledge of the world to generate a response. This response is based on the information that Bard has been trained on, as well as the context of your question.

For example, if you ask Bard “What is the capital of France?”, it will use its knowledge of the world to generate the response “Paris”. This response is based on the fact that Bard has been trained on a dataset of text that includes the information that Paris is the capital of France.

What are the benefits of using Bard?

There are many benefits to using Bard. Bard can help you with your work or studies, generate creative content, answer your questions in a comprehensive and informative way, and help you learn new things.

Here are some specific examples of how Bard can be used:

  • If you are a student, Bard can help you with your research by providing you with information on a variety of topics.
  • If you are a writer, Bard can help you generate ideas for stories or articles.
  • If you are a teacher, Bard can help you create lesson plans or grade assignments.
  • If you are a business owner, Bard can help you with marketing or customer service.

What are the limitations of using Bard?

Bard is still under development, so it has some limitations. For example, it may not always be able to answer your questions accurately or completely. It may also generate text that is not grammatically correct or that does not make sense.

If you encounter any problems with Bard, you can report them to Google AI. Google AI is working to improve Bard, and your feedback will help them make it a better tool for everyone.

How can I use Bard?

To use Bard, you can visit the Bard website or use the Bard app. The Bard website is available at https://bard.google.com/. The Bard app is available for iOS and Android devices.

Once you have visited the Bard website or opened the Bard app, you can start using Bard by typing in a question or prompt. Bard will then generate a response.

You can also use Bard to generate different creative text formats of text content, like poems, code, scripts, musical pieces, email, letters, etc. To do this, simply select the desired format from the drop-down menu.

Bard is a powerful tool that can be used for a variety of purposes. If you are looking for a way to be more creative, productive, and knowledgeable, Bard is a great option.

NB: This post generated by Bard~

5 Pondasi Utama dalam Pemanfaatan Social Media Marketing

Salah satu cara yang sangat efektif dalam memasarkan produk saat ini yaitu dengan menggunakan social media marketing. Hal ini bisa dikatakan cukup efektif karena hampir semua orang menggunakan platform media sosial. Sebagai pebisnis, kamu harus memanfaatkan teknik pemasaran yang satu ini dengan sebaik-baiknya. 

Apalagi cara ini merupakan langkah yang paling ampuh mengingat pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Oleh karena itu, kamu tak boleh jadi pebisnis terbelakang yang akhirnya gigit jari karena tak mampu mengimbangi perkembangan zaman. Nah, untuk belajar tentang social media marketing, kamu bisa mengikuti kursus social media marketing

Untuk membantu kamu memahami lebih dalam mengenai pemasaran melalui sosial media, berikut ini adalah ulasan mengenai 5 pondasi utama dalam pemanfaatan marketing media sosial. Jadi, simak ulasan ini hingga selesai.

5 Pondasi Utama Dalam Pemanfaatan Social Media Marketing

Marketing melalui media sosial merupakan satu langkah untuk memasarkan produk atau jasa dengan cara yang lebih luas. Maknanya, saat kamu memasarkan produk kamu harus membuat sebuah konten yang menarik guna mempromosikan produk atau jasa. 

Selain itu, kamu juga dapat membangun komunitas, serta menarik orang lain untuk berkunjung dan melirik bisnis yang kamu lakukan. Cara pemasaran seperti inilah yang sangat diperlukan oleh perusahaan atau para pebisnis. Utamanya  bagi mereka yang ingin memasarkan produk dengan efisien dan praktis. 

Ketika akan menerapkan konsep pemasaran menggunakan media sosial, ada hal yang harus kamu perhatikan. Satu diantaranya adalah bagaimana cara untuk menyampaikan pesan secara tepat hingga efektif. Bukan cuma itu saja, ketika memanfaatkan marketing media sosial ini, kamu pun perlu mengetahui 5 pondasi utama yang mendasarinya, yaitu:

  1. Skema atau strategi

Ketika kamu memutuskan memanfaatkan media sosial untuk pemasaran produk, sebaiknya kamu menyiapkan strategi atau skema yang tepat. Terutama sebelum kamu mengunggah konten di media sosial yang kamu pilih. Untuk menyusun strategi atau rencana tersebut kamu harus bisa menjawab beberapa pertanyaan penting seperti:

  • Apakah goal atau tujuan yang ingin kamu capai saat memasarkan produk melalui sosial media?
  • Bagaimana media sosial bisa memberikan kontribusi bagi bisnis kamu?
  • Jenis media sosial seperti apa yang akan kamu gunakan?
  • Tipe konten seperti apakah yang ingin kamu bagikan?
  • Konten yang bagaimanakah yang sekiranya efektif untuk meningkatkan penjualan?

Inilah beberapa pertanyaan yang harusnya bisa kamu jawab. Sehingga pondasi pertama dalam memanfaatkan media sosial marketing yakni strategi atau skema bisa kamu susun dengan optimal.

  1. Publikasi dan planning

Pada sebuah brand baru, metode marketing media sosial biasanya diawali dari konsistensi ketika mempublikasikan konten. Untuk itu kamu perlu membuat perencanaan serta publikasi secara kontinyu dan konsisten. Dari sini nantinya kamu akan memperoleh cara yang tepat untuk terus meningkatkan performa media sosial yang tengah dijalankan.

Secara sederhana, mulailah dengan menyiapkan perencanaan secara keseluruhan. Yakni rencana jangka pendek baik mingguan dan bulanan serta jangka panjang mulai dari kuartal, semester serta tahunan. 

  1. Menjaga dan memonitor 

Apabila media sosial yang kamu gunakan untuk pemasaran mulai menunjukkan peningkatan maka interaksi yang terjadi juga akan semakin banyak. Interaksi tersebut bisa berupa komentar, review, kritik, saran bahkan mungkin keluhan. Semua ini bisa disampaikan dengan menggunakan direct message

Semua interaksi yang terjadi ini harus kamu jaga dan monitor secara periodik. Tujuannya agar reputasi positif yang sudah kamu bangun terhadap brand bisa bertahan.

  1. Analisa dan laporan

Saat semua perencanaan dan publikasi konten sudah diterapkan dengan konsisten maka kamu harus mengukur performanya. kamu harus memperhatikan bagaimana perkembangan followers yang positif. Selain itu kamu pun harus memperhatikan performa konten secara spesifik. Contohnya rata-rata jangkauan serta engagement rate yang telah dihasilkan.

Photo by PhotoMIX Company on Pexels.com
  1. Advertensi atau iklan

Bagi kamu yang memiliki brand dan baru menggunakan social media marketing, sebaiknya jangan lewatkan penggunaan iklan. Rencanakan dan terapkan iklan dengan maksimal. Harapannya, jika penerapan iklan ini bisa dilakukan secara terus menerus maka kamu bisa mengintegrasikan konten yang nantinya bakal dipublikasi. 

Dengan demikian, keuntungan atau hasil yang akan kamu dapatkan dengan menggunakan metode marketing media sosial ini bisa lebih optimal. 

Untuk lebih memantapkan keahlian dalam menerapkan metode pemasaran menggunakan media sosial, ada baiknya jika kamu melakukan upgrade skill. Bisa dengan cara mengikuti kursus social media marketing, kelas, atau bootcamp yang berisi pendalaman materi mengenai metode pemasaran tersebut.

Salah satu penyedia jasa bootcamp untuk metode pemasaran menggunakan media sosial adalah Belajarlagi. Bootcamp ini sangat ramai di twitter, bahkan pernah sold out 500 seat dalam hitungan 2 menit.

Di Belajarlagi kamu dapat mempelajari fundamental, best practices, hingga reporting social media organic dari para instruktur yang berasal dari unicorn startup sampai multinational digital agency dengan 5+ tahun lebih pengalaman di bidang digital. Sehingga bisa dipastikan para pengajar ini akan menyampaikan materi pembelajaran berdasarkan pengalamannya masing-masing.

Metode pembelajaran dari Belajarlagi sudah bertaraf international, salah satu bootcamp pertama di indonesia yang mendapatkan sertifikasi pengakuan internasional dari EAF (Education Alliance Finland).

Di samping unggul karena memiliki instruktur yang berpengalaman, Belajarlagi juga memiliki keunggulan lain. Yaitu proactive community, dedicated facilitator, hands on project serta industry expert. Akan ada tugas berdasarkan case real di dunia kerja, dan setiap tugas akan mendapatkan feedback personal.

Adapun beberapa materi yang akan kamu pelajari secara intensif ketika mengikuti bootcamp antara lain:

  • Introduction to Social Media (recorded) 
  • Introduction to Advance Social Media
  • Campaign dan Content Ideation I dan II
  • Brand Building (recorded)
  • Copywriting I dan II
  • Personal Branding & Public Speaking
  • Dan masih banyak lagi lainnya. 

Selain itu, dengan bootcamp ini nantinya kamu bahkan bisa mempelajari bagaimana taktik menggunakan media sosial. Seperti YouTube, TikTok, Twitter, dan lain sebagainya. Jadi, jika kamu tertarik dan ingin segera mengikuti program belajar ini maka segeralah mendaftar. 

Memang pendaftaran belum dibuka untuk saat ini, namun kamu tetap bisa registrasi agar masuk dalam waiting list. Masalah biaya tak perlu kamu khawatirkan, karena bootcamp Belajarlagi menawarkan paket belajar dengan harga yang terjangkau. Jadi tunggu apalagi, segera mendaftar bootcamp social media marketing melalui Belajarlagi sekarang ya!

Tips Bermain Katla

Awalnya ada WORDLE lalu kemudian di Indonesia muncul yang namanya KATLA. Permainannya sederhana, sih. Jadi akan ada kata yang terdiri dari 5 huruf. Kita punya 6 kesempatan menebak kata tersebut. Perlu diketahui bahwa setiap hari hanya ada 1 kata untuk ditebak dan itu sama bagi setiap pemain.

Nah, aturannya adalah jika ada huruf yang memang merupakan komponen dari jawaban tapi tidak tepat posisinya, akan muncul warna cokelat. Apabila hurufnya sudah tepat di posisinya, akan muncul warna hijau. Kurang lebih begini:

Oke. Melihat jawaban di atas, saya hendak berbagi tips bermain KATLA yang kurang lebih akan ciamik dan berdaya ungkit.

Pertama, selalu masukkan kata yang hurufnya beda semua. Beberapa waktu yang lalu memang sempat ECENG muncul sebagai jawaban, tapi sejauh ini sih rata-rata jawabannya memang 5 huruf beda semua. Pilihan yang ambil adalah REMAS dan diperoleh E sudah benar serta S benar tapi salah tempat.

Kedua, jangan ikuti langkah saya diatas untuk kata kedua dan ketiga! Lihat, saya sudah tahu bahwa R itu bukan jawaban, tapi masih saya pakai di baris kedua. Itu sebaiknya tidak dilakukan karena akan menyia-nyiakan kuota. Langkah ketiga itu saya juga salah karena sudah jelas S bukan di belakang, tapi saya ulang lagi dan tentu saja salah.

Ketiga, hilangkan pilihan-pilihan melalui gambaran imajiner. Ya seperti S tadi. Ketika di belakang salah dan di depan juga salah, sementara hijaunya sudah tepat mestinya saya sudah tahu kalau S itu di tengah. Dengan begitu kita bisa mengira-ngira dengan lebih mudah ihwal jawabannya.

Keempat, kalau bisa selalu gunakan huruf-huruf seperti A atau S terlebih dahulu. Memang di jawaban ECENG dia nggak ada, tapi pas SABTU, atau BISON, maka S itu nongol kok. Ada beberapa huruf yang memang cukup menguasai kancah persaingan kata-kata di Indonesia.

Sejauh ini saya sih belum pernah gagal, ya. Hampir sih sering. Beda sama WORDLE atau KOTLA yang lumayan sering gagalnya. Buat yang pengen mencoba bisa langsung menuju situs katla.vercep.app ya.

Pengalaman Menenangkan Belanja Durex di Alfagift

“Kapan Isto punya adik?”

Pertanyaan model begini asli bikin malas. Pertama, saya suka anak-anak. Anak-anak itu secara umum sih lucu dan menggemaskan. Hanya saja, ada bagian dari memiliki anak yang notabene bukan hal mudah: dimuntahin, berjaga sepanjang malam ketika anak demam, ke dokter anak setiap bulan, bingung nitip sama siapa ketika kami bekerja, dan lain-lain. Akan tetapi, poin utamanya adalah seperti kata Pak Prabs:

Well, pilihan punya anak dan tidak itu tentunya pilihan masing-masing. Namun sejauh kami menghitung gaji berikut proyeksinya dan mengingat gaji hanya naik 5 tahun sekali maka jadilah rasanya anak 1 sudah cukup sejauh ini. Dan tentu saja untuk melakukan kontrol pada tidak bertambahnya makhluk hidup di dunia ini melalui saya diperlukan alat bantu bernama alat kontrasepsi, termasuk kondom.

Nah, percaya atau tidak, membeli kondom itu selalu jadi pengalaman yang menarik. Apalagi wajah saya yang setara mahasiswa dan jarang pakai cincin kawin karena kesempitan. Wkwk. Jadi, seringkali saya beli kondom itu kala jajan sama Isto. Supaya kelihatan bahwa saya ini bapak-bapak milenial sesuai tajuk blog ini. Bagaimanapun, kondom itu baik untuk rumah tangga. Saya ada teman yang justru menangis kala hamil anak kedua karena mereka masih Long Distance Marriage bahkan sampai sekarang. Sesudah anak kedua lahir, mereka selalu pakai kondom ketika bersua satu sama lain karena ya mengasuh dan membesarkan anak memang tidak sesederhana itu. Jadi, intinya sih gunakan kondom. Haha.

Salah satu cara untuk mengakalinya tentu saja tidak belanja langsung namun dengan bantuan aplikasi sebagaimana yang lagi trending di era pandemi. Dan salah satu pilihan saya adalah dengan menggunakan Alfagift.

Bicara Alfagift sebenarnya adalah tentang hal yang kerap ditanyakan oleh kasir Alfamart kalau kita belanja: ada membernya? Yes, Alfagift adalah aplikasi belanja online Alfamart. Alfagift ini juga mendukung gerakan go green karena termasuk juga menihilkan struk yang dicetak. Alfagift juga semacam datang ke Alfamart tanpa ke Alfamart sebab ongkirnya pun gratis-tis-tis tanpa syarat #gerceptanpabatas

Aplikasi belanja online Alfamart ini tentu menarik bagi bapak-bapak milenial kayak saya. Bukan apa-apa, kalau saya bawa anak, niatan belanja 20 ribu bisa berakhir jadi 200 ribu jika anak saya mengambil belanjaan sesukanya dan dimasukkan ke keranjang plus langsung diseret ke kasir. 

Lebih lanjut lagi, Alfagift sebenarnya juga bukan tentang produk yang ada di Alfamart saja sebab ada sederet toko official yang menyediakan berbagai kebutuhan kita secara lebih lengkap. Hal ini menjadi melengkap keunggulan jangkauan luas, pengiriman yang cepat, dan tentu saja gratis ongkir tanpa syarat. Produk kondom Durex berbagai varian yang saya angkut juga merupakan bagian dari isi Official Store Durex di Alfagift:

Untuk pembayaran juga disediakan sejumlah channel seperti Virgo, Gopay, Shopeepay, transfer ke BCA Virtual Account, hingga kartu kredit sekalipun juga dimungkinkan. Dengan demikian, belanja Durex menjadi sesuatu yang jauh lebih sederhana. Saya sendiri mengangkut Durex Invisible, Durex Extra Safe, dan Durex Fetherlite. Khusus yang Fetherlite, baru mau nyoba nih. Kalau dua yang lain sudah masuk referensi~

Produk-produk di Alfagift bisa diantar ke rumah dan bisa juga kita ambil ke toko terdekat. Nanti kalau pun stoknya kosong, pasti dikasih tahu kok. Jadi nggak akan zonk juga ketika di aplikasi bilangnya ada tapi pas ke lokasi malah nggak ada. Sejauh pengalaman saya sih tidak demikian.

Untuk hadirnya barang ke rumah, pengiriman cepat menjadi andalan. Bisa dilihat juga kok di aplikasi soal pilihan jamnya. Jika kita memilih untuk diantar dan mengambil semua ada pilihannya.

Jangan lupa juga ada sederet promo Alfamart yang bisa kita lihat begitu mengunduh Alfagift, seperti misalnya cashback melalui pembayaran Virgo maupun Gopay. Cashback sejatinya bukan sembarang cashback karena seperti kata pepatah di Wakanda Tenggara: cashback demi cashback lama-lama bisa jadi bukit juga.

Demikianlah pengalaman saya dalam hal belanja melalui Alfagift. Cukup menenangkan. Terutama sekali karena kita tidak perlu berhadapan dengan ninja yang ketika kita tiba di toko tidak terlihat lalu seketika hadir di hadapan mata sembari memegangi jok motor kita. Dan untuk mengunduh Alfagift silakan klik tautan Alfagift ini ya…

Ciat!

Mengapa Saya Suka WFH?

Barusan saya kaget melihat ada seseorang dari kementerian yang cukup penting di masa pandemi ini yang merasa kaget bahwa ada kantor yang masih WFH. Ya gimana nggak kaget, wong varian Omicron baru masuk, artinya kita masih harus berjauh-jauhan sebenarnya kan…

Tapi kok..

Cuma ya sudahlah. Satu hal yang pasti, pasca 3 bulan merasakan WFH dan WFO serta Dinas dengan seimbang, sesungguhnya saya harus mengutarakan bahwa saya lebih suka WFH.

Photo by Pavel Danilyuk on Pexels.com

Pertama, tentu saja karena saya tidak perlu menambah risiko dengan pergi ke luar rumah untuk bersua orang-orang terutama di transportasi umum. Dari situ saja saya sudah senang. Bukan apa-apa, segalak-galaknya petugas mereka juga akan takluk oleh situasi. Benar bahwa masuk stasiun harus scan aplikasi PeduliLindungi, tapi yang nge-share screenshot-an juga ada. Saya pernah lihat di salah satu stasiun. Belum lagi yang batuk-batuk ke KRL dan sejenisnya. Masih ditambah lagi saya kudu naik bis, naik ojol, dst. Ketemu orang dengan faktor risiko semua kan…

Kedua, berkaitan dengan risiko di atas ada risiko lainnya yaitu risiko finansial. Buat ke kantor saya harus nitip motor Rp8.000 lalu naik KRL Rp3.000 kemudian lanjut TransJakarta Rp3.500 lalu dipungkasi dengan ojol Rp17.000. Sudah Rp31.500 berangkatnya saja. Kemudian pulangnya Rp25.000 ojol dari kantor ke stasiun. Hampir Rp60.000,- Ini tentu belum termasuk biaya beli masker yang tentu beda jika saya kerja di rumah dan nggak pakai masker. Dengan gaji yang pas-pasan begini, sudah pasti saya mending nggak keluar Rp60.000,- sehari untuk bekerja.

Ketiga, waktu yang sangat berharga. Saat WFO, saya berangkat jam 6 dan sampai kantor 7.40-an. Ada 1 jam 40 menit yang sebenarnya bisa saya habiskan di depan laptop untuk mengerjakan banyak hal. Demikian pula dengan pulangnya. Dari 16.30 sampai 18.00 itu juga bisa saya pakai untuk kerja. Sementara kalau WFO, pada jam-jam itu saya lebih banyak ngelamun.

Photo by Elena Saharova on Pexels.com

Keempat, fasilitas. Internet di kantor saya ya ada, tapi kan yang pakai banyak. Sementara kalau di rumah, saingan saya cuma Isto. Sepanjang saya Zoom Meeting dari rumah, nggak pernah sekalipun ada peringatan berupa sinyal warna merah karena ya saya penguasa internet di rumah. Belum lagi kalau mau 2 atau 3 Zoom sekaligus, saya bisa bajak laptopnya Mama Isto, atau laptop Isto-nya sekaligus.

Kalau di rumah, begitu Mama Isto ngantor, maka saya segera menyalakan laptop dan bisa kerja mulai 6.30. Nanti jam 8 Aunty akan datang dan Isto dialihkan pengasuhannya ke Aunty dan saya bisa kerja terosss sampai siang. Rehat sedikit makan siang, saya kemudian bisa stay di depan laptop sampai Mama Isto pulang. Durasinya memang lebih panjang dan pekerjaan juga jadi lebih banyak yang bisa dikerjakan. Lebih pusing, sih. Cuma pekerjaannya kan memang tipe semua pakai laptop, jadi ya mau di kantor atau di rumah kan saya sama-sama lihat laptop.

Masalahnya memang banyak orang yang menjadikan WFH ini sebagai liburan dan bikin sejumlah bos enggan me-WFH-kan pegawainya. Model beginilah yang saya agak sebal karena saya sendiri merasakan bahwa banyak hal yang bisa saya kerjakan di rumah dalam mode WFH dan bahkan lebih ciamik pula hasil kerja saya di WFH.

Hari Jumat kemarin soal ini sudah saya sampaikan sendiri ke pimpinan dan semoga dapat menjadi hal yang baik ke depannya. Bukan apa-apa, pandemi ini belum berakhir. Gitu, sih.

The Tunan Waterfall

Our agenda is actually a morning flight from Manado to Jakarta. We were even in the hotel lobby to wait for the driver from our office. Suddenly, we got messages that there had been a flight delay to 2 p.m.

Considering that at 12 noon, we had to check out of the hotel, we decided to depart the hotel earlier while looking for tourist destinations that were around in line. Mr. Martin, the office driver, then directed us to Tunan Waterfall. He had never actually been to this waterfall. It’s just that he’s seen the directions.

Tunan Waterfall is located in North Minahasa Regency, not too far from Sam Ratulangi International Airport. From a distance, this waterfall is very high. Search results on Google mention it is about 85-86 meters. Physically, in my opinion, this waterfall is higher than the Anai Valley. If the wind is significant, the altitude factor causes visitors from a distance to be drenched.

The pool in this waterfall is actually quite spacious, but the access is limited. In fact, it can actually be conditioned, such as the Benang Kelambu and Benang Setokel in Lombok that closes the pool’s access and then diverts it slightly to the side.

The facilities in this place are actually quite decent. It just so happened that we went to this place early in the morning so that the places to eat tended to still close. On the other hand, the access was still relatively poor. Yes, simply put, we rode Inova, and it couldn’t if we had to cross paths with other vehicles. It’s more appropriate to use a motorcycle.