[Review] Guardians of the Galaxy Vol. 2

I am Groot!

Yes, semua orang kudu menyaksikan film ini untuk bersama-sama menjadi Groot. Pokoknya, I am Groot, We are Groot. Groot memang menjadi pesona tersendiri di dalam film ini meski di poster dia hanya muncul kecil sekali di balik kepala Star-Lord alias Peter Quill.

Review macam apa kok baru mulai sudah ‘I am Groot’?

Saya menyaksikan Guardians of the Galaxy edisi perdana di televisi kabel, kalau nggak salah di hotel waktu perjalanan dinas. Dari film yang seolah bukan apa-apa, eh, kok apik juga. Dan poin pentingnya adalah lucu. Edisi satu pelindung galaksi yang sebenarnya para kriminal ini memang menempatkan komedi-komedi secara tepat dan terdispersi merata dalam adegan.

Nah, bagaimana nggak tertarik menyaksikan Vol. 2 ini?

Rombongan Guardians of the Galaxy masih sama. Ada Peter Quill alias Star-Lord, ada Gamora yang semacam Hulk wanita tapi sebenarnya dia hijau karena dia alien, ada pula manusia tulen yang begitu peduli sama putingnya: Drax. Di samping itu, masih ada dua sosok wagu dalam diri Rocket dan Groot. Rocket si rakun ini memang masih begitu saja. Cerewet, njilei, tapi ngangeni. Nah, Groot yang di edisi 1 cuma meninggalkan batang yang tumbuh dalam pot kini sudah jadi Groot kecil alias Baby Groot. Khusus dua makhluk aneh ini, Marvels sampai perlu menempatkan aktor kelas wahid dengan nama Bradley Cooper sebagai Rocket dan, ehm, Vin Diesel sebagai Baby Groot.

Movie Web

Kisahnya sederhana, masih soal energi tidak berbatas. Rombongan ini dibayar untuk melindungi baterai, eh, tapi ternyata ada Nebula (adiknya Gamora) yang kedapatan mencuri baterai. Plus, rupanya si Rocket juga ikutan bawa baterai. Kejar-kejaran di galaksi dimulai dan dari petualangan inilah kemudian Peter Quill bertemu bapaknya. Ya, bapak yang tidak pernah diketahui itu.

Sang bapak secara baik hati membawa Peter dan rombongan–kecuali Rocket, Groot, dan Nebula–ke planetnya yang disebut Ego. Kisah demi kisah bergulir hingga akhirnya penonton disuguhi twist yang sama sekali tidak terduga.

APA ITU? DEMI APA?

Nonton, dong, biar tahu.

Well, bagi saya Guardians of the Galaxy Vol. 2 ini sama cerdasnya dengan yang pertama. Komedi diselipkan dengan ciamik, bahkan pada adegan yang sangat serius sekalipun. Ya, bayangkan Drax yang lagi repot di dalam inti planet masih sempat-sempatnya concern pada puting. Ya, puting.

Dalam edisi ini muncul Mantis, sosok yang tidak ada di edisi sebelumnya. Terus ada pula Ego yang memainkan peran penting dan kalau benar-benar ada saya duga si Ego ini akan dituntut layaknya Lia Eden.

Sosok Yondu yang di edisi pertama memainkan peran penting, kali ini juga muncul lagi dengan sama pentingnya. Kalau boleh saya samakan, Yondu memainkan peran yang pada akhirnya mengingatkan kita pada Severus Snape yang legendaris itu. Seperti apa?
Makanya nonton.

Seperti saya bilang di awal, sudah jelas bahwa bintang di film ini menurut saya adalah Baby Groot. Tidak ada yang lain. Dia betul-betul menjadi manifestasi Groot dewasa yang menjadi imut-imut.

I am Groot.

Then, saya masih heran dengan puluhan orang yang menonton film Marvel dan masih saja kabur begitu lampu dinyalakan. Pada paham nggak, sih? Seperti Marvel-Marvel lainnya, ada adegan-adegan menarik yang sebagian diantaranya akan menyambung ke edisi tiga. Salah satunya saya bocorkan adalah Groot beranjak remaja dan menjadi sebenar-benarnya remaja masa kini entah di Indonesia, entah di Amerika, entah di galaksi.

Yes, saya merekomendasikan film ini untuk dinikmati daripada menikmati segelintir kawanan pembakar bunga di balai kota. Ciao!

Advertisements

Tinggalkan komentar supaya blog ini tambah kece!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s