Habis Curhat

Saya habis curhat. Ini sebuah kemalangan besar sebenarnya bagi saya yang selama ini lebih sering menerima curhat daripada melakukan curhat. Saya ini orangnya penuh rahasia, dan hanya bisa ditangkap oleh orang-orang yang bisa menganalisa keadaan, utamanya di blog ini. Sebenarnya pasti banget ketahuan.

Dan kenapa saya curhat?

Karena saya sudah benar-benar nggak punya jalan. Gimana sih rasanya hidup tapi nggak hidup? Gimana sih rasanya mau bernapas tapi napas itu nggak punya value, nggak punya isi, hanya sekadar mengisi oksigen ke jantung? Gimana sih rasanya hidup tapi (kasarannya) nggak guna?

Apa yang saya pikirkan ini sudah panjang, dan memang demikian. Ada poin utama yang kemudian saya curhatkan. Dan balasannya pun sungguh mengejutkan saya.

Iya. Mengejutkan. Karena sebenarnya, apa yang dibilang ke saya, ya sama persis dengan isi hati dan kemauan saya yang sebenarnya. Jadi sebenarnya saya nggak perlu curhat dong?

Nggak. Ini curhat yang benar. Saya hanya akan curhat pada tempat yang tepat, dan ini juga tepat. Sesungguhnya, tempat curhat yang ini memang belum pernah keliru. Maka, karena saya sudah mendapatkan pembenaran, yang kita perlukan berikutnya adalahhhhh… EKSEKUSI.

Yuk. Mari kita persiapkan πŸ™‚

Thanks a lot Mas atas advice-nya πŸ˜€