Tag Archives: Vaksin COVID-19

Mengenal Vaksin COVID-19 Untuk Indonesia

Vaksin COVID-19 di Indonesia

Pada akhir Desember 2020, Menteri Kesehatan yang baru 4 hari menjabat langsung menggelar konferensi pers tentang kesiapan vaksin. Pemaparannya cukup mudah dipahami sebagaimana video berikut:

Secara umum, disampaikan bahwa ada 5 jalur pengadaan vaksin untuk Indonesia. Empat jalur bilateral dan satu lagi multilateral. Jalur multilateral yang dimaksud adalah COVAX/GAVI. Program ini adalah besutan WHO untuk memberikan pasokan vaksin gratis kepada negara-negara, terutama yang miskin dan berkembang.

Empat jalur lainnya mengacu pada 4 perusahaan dan negara yang berbeda. Mari kita bahas satu per satu, yha.

Sinovac

Vaksin ini mungkin yang paling kondang, sekaligus paling mengundang kontroversi hanya gara-gara asalnya dari China. Belum tahu aja kalau untuk bahan baku obat baik aktif maupun penolong ada begitu banyak yang berasal dari Negeri Tirai Bambu itu. Vaksin ini adalah jenis vaksin dengan virus inaktif dan salah satu lokasi Uji Klinik Fase 3-nya adalah di Indonesia. Vaksin ini juga secara fisik sudah masuk ke Indonesia dan dikawal begitu rupa karena memang vaksin ini sangat penting untuk negeri.

Kalau menurut Menkes, order Sinovac secara total akan berada di kisaran 100-an juta dosis. Jadi, dua pengiriman yang sudah terjadi sebenarnya belum ada apa-apanya. Oya, vaksin ini juga dibeli oleh sejumlah negara lain seperti Turki dan Singapura. Untuk Singapura, vaksin Sinovac merupakan satu-satunya jenis vaksin virus inaktif yang dibeli.

Novavax

Nama baru yang muncul dalam konferensi pers Menkes Budi ini adalah vaksin berplatform protein subunit. Sederhananya, kalau yang virus inaktif, virusnya sepenuhnya masuk ke tubuh tapi dalam kondisi inaktif, nah kalau yang protein subunit ini proteinnya saja. Kalau di ilustrasi GAVI, spike-nya saja yang dimasukkan. Pada umumnya tipe ini, antibodi yang dibentuk tidak serta merta maksimal dan untuk itu ditambahkan adjuvant atau booster.

Novavax sendiri mengggunakan data Uji Klinik Fase 3 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, Puerto Rico, dan Inggris. Sehingga kemungkinan besar vaksin ini juga akan beredar di negara-negara tersebut.

AstraZeneca

Termasuk salah satu vaksin yang ‘kelar’ duluan dalam pengembangannya bersama Oxford. Platformnya adalah viral vector (non-replicating). Berbeda dengan dua platform sebelumnya, pada platform ini yang dimasukkan adalah informasi genetiknya dengan bantuan vektor tertentu. AstraZeneca sendiri menggelar Uji Klinik Fase 3 di Amerika Serikat, Inggris, dan Brazil.

Pfizer-BioNTech

Merupakan vaksin dengan teknologi paling baru sehingga pada sisi lain ada risiko yang mungkin belum bisa dielaborasi sebaik vaksin-vaksin berplatform berbeda. Sederhananya, sel diberi informasi perihal ancaman dalam rupa informasi genetik. Nah, kemudian tubuh akan membentuk antibodi berdasarkan informasi tersebut.

Persoalan untuk vaksin tipe ini adalah penyimpanannya yang sampai minus 70 derajat Celcius. Di negeri yang default-nya panas dan jumlah kulkasnya kurang, akan menjadi masalah tersendiri. Sebab, cold chain merupakan elemen paling krusial dalam pervaksinan.

Vaksin ini sempat menuai polemik di negeri yang suka mempermasalahkan politik karena katanya negeri X itu belinya vaksin dari China padahal China beli produk Pfizer-BioNTech ini. Satu hal yang orang tidak banyak ngeh adalah pada duet BioNTech dan Pfizer ini ada nama Jiangsu dan Fosun Group. Uji Klinik Fase 1-nya dihelat di Jiangsu. Jadi, yang beli Pfizer-BioNTech itu ya Fosun Group. Dikabarkan bahwa distribusinya akan banyak ke sekitar Hong Kong dan Makau, selain juga sebagian di China daratan.

Untuk yang COVAX/GAVI jumlahnya antara 3-20 persen penduduk dan proyeknya keroyokan serta ada upaya membantu negara tidak mampu juga. Jadi, belum tahu kita akan dapat vaksin yang mana~