PKL, 4 Tahun Yang Lalu

Tengah malam terbangun, membaca sebuah whatsapp, semacam request menulis. Hahahaha..

Jadi yang ngirim whatsapp bilang kalau dia PKL di tempat yang sama dengan saya menimba ilmu dahulu. Hmmm, baiklah..

Tentunya ada note yang jelas bahwa kondisi pabrik itu pada tahun 2008 adalah berbeda bermakna dengan kondisi pabrik itu saat ini. Kalau nggak percaya, mari kita tanya ahlinya. Ya kan kang? Hahaha…

Okehhh, sekitar 4 tahun silam saya mendapat jatah untuk PKL di sebuah pabrik ternama di Jalan Raya Bogor. Sebenarnya saya yang minta PKL disitu dan syukurlah dikabulkan sama yang nyusun jadwal. Hehehe..

Buat yang PKL disana pasti senang karena ada seorang bocah tua nakal (waktu itu belum tua) yang baik hati dan rajin mentraktir. Kebetulan memang calo sampai bisa ada PKL disana ya memang beliau ini, si ahlinya itu tadi.

Saya kos di sebuah tempat bernama MABESKOSMAR, detailnya bisa dikulik-kulik disini. Tempat yang memang mirip kebun binatang karena banyaknya jenis hewan yang tersedia, tapi juga memberikan suasana yang menarik karena aspek penghuni-penghuninya. Kos ini cukup homy memang, apalagi penghuni lain pada baik-baik sama anak-anak unyu macam saya dan tiga teman lainnya.

Hari pertama PKL, langsung dihadapkan pada Plant Manager yang ganas tapi gila. Lah iyo, dia itu apoteker, tapi ngakunya Sarjana Ekonomi dari UNIVERSITAS TUGU MUDA, yang disingkat UNTUMU plus Sarjana Hukum dari INSTITUT SEBELAS APRIL yang disingkat I(h)SEBELAP(oteker). Po ora edan Bapak iki? Tapi pelan-pelan saya tahu kalau beliau ini adalah sosok yang LUAR BIASA. Siapa dia? Inisialnya SI. Hehehehe..

Lalu mulai berpraktek, kebetulan saya dapat di Quality bagian Packaging Material, kerjanya ya sampling-periksa-buang, sampling lagi-periksa lagi-buang lagi, sampling terus-periksa terus-buang terus. Ya ternyata kerja ya emang gitu itu, sebuah sesuatu yang bernama RUTINITAS.

Dan karena itulah saya setiap hari ke gudang. Menyaksikan gudang yang tingginya belasan meter, dan sesekali naik pakai forklift yang mantap bikin gemetar. *apalagi pas giliran ambil data logger di pucuk rak*

Siapa sangka saya lantas ‘punya’ gudang sendiri dibawah tanggung jawab sendiri, SEKARANG? Besarnya beda, tapi tingginya mirip, bentuknya mirip juga. Ah, dasar hidup!

Rutinitas ini berbarengan dengan anak PKL lain dari Swiss German University memang, tentu dengan perspektif yang beda. Kalau ditanya saya dapat apa, ya ilmu tentang sampling akar N plus 2 itu ya baru nemu di tempat saya PKL ini. Belum lagi soal pemeriksaan kemasan, bahan kertas (ivory/duplex), lipatan, pemeriksaan leaflet, lem, hingga pemeriksaan botol.

Satu hal yang paling ingat ketika saya TANDA TANGAN di form pemeriksaan alu foil E*ev*t. Wuihh, serasa pengen fotokopi lalu pajang di dinding. *waktu itu*, kalau sekarang? *setumpuk isinya tanda tangan sendiri* Hahahaha..

Lebih menarik lagi ketika bisa futsal bersama dengan tim yang ada di plant ini. Seru, seru banget. Dan disinilah saya merasa hidup itu ya seperti itu. Pada saat yang sama juga melihat bagaimana rasanya di-off via kejadian orang teknik waktu itu. Bagaimana rasanya kontak habis via seorang analis yang pamitan pada waktu yang sama. Bagaimana rasanya kuliah sambil kerja dari analis lain yang ada.

Sungguhpun itu sebuah pengalaman menarik. Dan setahu saya nih, orang-orang yang ada dulu sudah lepas satu persatu. Termasuk bocah tua nakal tadi itu. Bahkan saya pernah baca suatu status yang sifatnya mengeluh, dari staf yang masih ada disana. Entahlah, saya nggak campur urus sih, tapi bagaimanapun tempat itu pernah menjadi kenangan bagi saya sendiri. Dan lewat itulah saya tahu dunia nyata-nya farmasi itu ya seperti itu 🙂

Jadi bagaimana saudari? Kalau belum paham bisa tanya sama bocah tua nakal ini lho… Hehehehe…

🙂

Advertisements