“Nggak Kerasa Ya, Sudah Gede…”

Saya seringkali mempertanyakan ucapan yang menjadi judul tulisan ini ketika ada orang tua update status soal anaknya. Saya sangat yakin, malam-malam penuh begadang ketika anak masih bayi itu adalah sesuatu yang sangat terasa. Saya paling tidak cocok dengan ucapan itu dalam periode Maret 2020 sampai Agustus 2021 karena saya benar-benar membersamai anak saya 24/7 soalnya saya kuliah dari rumah dan ndilalah daycare anak saya juga tutup dan menjelma jadi laboratorium swab.

Nah, belakangan ini, anak saya yang sudah mau 5 tahun memperlihatkan kecepatan kemajuan dalam hal apapun. Saya ingat benar pas kami pindah di rumah sekarang, kepalanya baru nongol sedikit kalau dibandingkan dengan meja. Eh, sekarang sudah jauh di atas meja. Sudah bisa naruh dagu di meja gitu dah.

Paling berasa sih soal pup. Kemarin saya nonton Tekotok soal nyebokin anak. Asli saya mendadak lupa secara teknis caranya nyebokin anak. Padahal dulu saya paling jago soal itu. Termasuk segala drama pup mulai dari AEON sampai di atas langit Lampung kala naik Garuda Indonesia. Sekarang, anaknya sudah bisa pup sendiri. Sudah bisa buka celana, pasang penutup pup di kloset, lalu duduk dan baru manggil saya kalau pup-nya selesai.

Iya, se-nggak berasa itu ketika skill yang dulu saya punya kemudian bisa-bisanya saya lupakan. Skill yang pernah bikin saya dipuji belasan ibu-ibu karena beratraksi mengganti popok Isto umur 5 bulan. Pujian yang bikin saya kaget karena ternyata banyak juga bapak-bapak yang blas nggak mau gantiin popok anaknya.

Apakah nggak berasa? Hari-hari ketika pup-nya berserakan dalam transisi diapers ke cawet itu terjadi kok. Riil. Berasa bangetlah ngelap pup berserakan di rumah maupun di lantai toilet kontrakan. Hanya saja begitu kejadian sekarang, rasanya kok tampak tidak berasa.

Kemarin ketika saya WFH karena pengasuh anak belum balik, si Isto juga bisa betul mencari aktivitas sendiri tanpa mengusik saya yang Zoom Meeting sana-sini. Bahkan ujug-ujug jadi gambar dinosaurus se-pemandangannya. Sudah secepat itu. Saya jadi ingat susahnya mengajari dia untuk mewarnai sesuai dengan garis lebih dari setahun lalu. Eh, sekarang sudah rapi benar warnanya.

Demikianlah hidup. Pas dilakoni berasa bener. Pas sudah lewat yo ternyata bablas dan tampak nggak berasa. Hehe.