Tag Archives: life

Platform E-Learning Unggulan untuk ASN

Aparatur Sipil Negara adalah pekerjaan yang sering betul kena rundung netizen. Seolah-olah, semua ASN itu pulang cepat, keluar dari kantor jam 9 lalu balik jam 3 untuk absen, dan kisah-kisah buruk lainnya. Benar bahwa yang buruk itu ada, tapi mestinya tidak boleh dinihilkan dong ya para ASN yang bagus-bagus itu.

Tapi ya memang sih, yang bagus dan tidak bagus itu gajinya secara umum sama. Jadi memang tampak mendingan tidak berkinerja ya?

Di luar itu, ASN secara umum butuh Pengembangan Kompetensi. Standar umumnya 20 Jam Pelajaran. Bagi saya, 20 JP itu mudah sekali didapat tetapi begitu ketemu banyak ASN lain dari daerah, ternyata capaian 20 JP itu masih ada saja kendalanya. Apalagi di era efisiensi ketika hampir tidak mungkin melakukan diklat dari daerah ke Jakarta. Atau bahkan diklat dengan penyedia swasta di kota tempat kerja.

Solusinya tentu skema daring dan sebenarnya banyak juga pilihannya. Berikut beberapa diantaranya.

E-Learning LKPP

Ini lapaknya bagi yang ingin mendalami Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Walaupun pekerjaan ini setengah penjara setengah neraka tapi tetap saja namanya APBN dan APBD itu digunakan dengan skema PBJ, bukan yang lain. E-Learning LKPP ini menyediakan begitu banyak MOOC dan bagusnya di 2025 adalah durasinya itu benar-benar panjang alias setahun full. Beda sama tahun lalu yang ada masa berakhirnya dan saya pernah yang P3DN itu ketinggalan hanya post-test-nya saja dan tidak dapat sertifikat.

Sedih.

Karakteristik di e-Learning LKPP ini adalah kombinasi sync dan async. Pada banyak jenis diklat, ada kewajiban untuk menghadiri sesi dengan MS Teams. Misal yang barusan saya selesaikan AKPK PBJ itu ada 2 kali sesi MS Teams selain modul. Waktu PPK Tipe C juga demikian. Kekhasan lain adalah upload tugas. E-learning LKPP ini tidak bisa dilakoni dengan nonton video sambil setrika karena ada tugas-tugas yang harus dikerjakan, diunggah, dan ditunggu nilainya diberikan oleh LKPP.

E-Learning BSN

E-Learning BSN ini skemanya harus daftar dan diverifikasi dulu oleh BSN. Modul yang tersedia tentu saja terkait standar. Ini sebenarnya bagus untuk non-ASN sih karena di sertifikat yang disediakan BSN tidak ada informasi JP. Tapi ilmunya oke lho. Itu SMAP yang membawakan Auditor dari Inspektoratnya.

Kemenkeu Learning Center

Kementerian Sultan ini memang salah satu yang punya banyak Jabatan Fungsional sehingga otomatis butuh platform. Salah satu yang terbagus sih dari sisi UI/UX dan model pengakuannya adalah Lencana. Dalam hal e-Learning PPK atau PPSPM pakai KLC tapi dikeluarkan sertifikat yang ada JP-nya kok. Ya karena memang ada sesi sync juga sih…

ASN Future Skills

Tampaknya ini adalah platform LAN yang kerja sama dengan swasta sebab skema e-learningnya adalah salah satu yang paling ciamik dari platform e-Learning negeri lainnya. Di dalamnya ada pelatihan-pelatihan singkat, ada juga yang panjang sih, tapi yang paling penting menyediakan sertifikat secara LANGSUNG. Enggak pakai tunggu-tunggu kayak beberapa e-Learning lainnya. Begitu selesai bisa langsung diunduh.

Digitalent Komdigi

Ini nih favorit saya karena setahun sekurang-kurangnya dua kali pasti daftar diklat-diklat bagus di Government Transformation Academy Digitalent Komdigi. Eh, tahun lalu malah saya daftar yang PROA pas bahas AWS. Digitalent ini skema diklat serius. Versi daringnya butuh setengah hari selama seminggu untuk tatap muka daring dilanjutkan dengan tugas-tugas. Tapi ya itu, ilmunya jadi dapat. Pengajarnya sebagian adalah alumni Digitalent juga dari Kementerian/Lembaga lainnya, sebagian lainnya dari internal Komdigi itu sendiri. Topik-topik SPBE hingga Visualisasi Data sungguh sangat menarik untuk diikuti.

Sebenarnya masih ada si penyedia-penyedia lainnya, tapi list di atas kiranya sudah cukup menjadi alternatif bagi para ASN yang butuh JP Pengembangan Kompetensi. Selamat diklat!

Life Your Life…

Sudah beberapa hari ga posting, ternyata sulit juga untuk posting setiap hari. Bukan masalah ide sebenarnya, tapi lebih kepada niat. Haha..

Kali ini postingnya berjudul Life Your Life, sebenarnya nggak tahu juga ini benar sebagai bahasa Inggris atau tidak. Dan ini juga sebenarnya agak mencontek slogan tempat saya bernaung saat ini. Dan posting ini mungkin akan menimbulkan persepsi macam-macam, tapi percayalah, semuanya hanya sekadar refleksi belaka. Tidak ada pengaruh signifikan pada apapun.

Well, ini memang memasuki perjalanan tahun ketiga saya bekerja. Maksudnya 2 tahun lebih sekian bulan, gitu. Dalam beberapa posting terdahulu, saya juga sedikit membahas soal ini, tapi ini perspektifnya lebih luas.

Dua tahun awal, saya bekerja di lokasi yang bukan kawasan industri, dan dua bulan ini saya masuk di sebuah tempat yang berada di kawasan industri yang menurut referensi ada 1 juta orang pekerja disini. Itu orang semua ya.. hehe.. Tapi yang bikin saya berefleksi adalah hasil gaul sama orang-orang di lingkungan waktu tadi ada acara olahraga di sekitar gereja.

Oke, saya dibesarkan di sebuah keluarga guru, Bapak-Mamak guru galur murni, alias guru semua. Apa yang saya tahu tentang pekerjaan orang tua saya? Ya, berangkat bersama-sama ke sekolah, pulang juga kadang-kadang malah duluan orang tua, soalnya saya main dulu sama teman-teman. Sarapan, makan siang, dan makan malam bersama bukan hal yang susah dilakoni. Kalau tidak sedang kasih les, orang tua saya bisa tidur siang. Kalau sekolah libur, orang tua saya ikut libur. Kadang-kadang saja masuk karena piket. Hal semacam ini saya lihat dari kecil sampai menjelang besar, dan tertanam jelas di batang otak.

Apa yang saya lihat disini?

Yang saya tahu dari obrolan tadi, ada yang hari minggu masuk kerja. Ada yang sedang cuti karena anaknya libur sekolah. Dan yang pasti, setidaknya tidak ada makan siang bersama anak-anak mereka. Dan apa profilnya? Profesional harus selalu bergerak dengan semangat tersebut. Lembur bisa disesali, dimaki, tapi harus dilakoni. Itu pasti. Dan soal apa yang didapat? Nggak perlu heran lihat mobil-mobil bagus disana. Hmmm..

Saya kadang membayangkan, bagaimana anak-anak dan orangtuanya berinteraksi? Dalam bayangan saya, yang ada hanya bayangan masa kecil saya. Ketika bapak pergi diklat gitu, 2-3 kali makan siang tanpa ada bapak, itu aneh. Lah, kalo anak-anak dengan orangtua yang bekerja di kawasan ini? Bagaimana? Sempatkah mereka bertemu? Saya yakin pasti ada caranya, cuma pikiran saya belum nyampe. Semuanya masih soal apa yang saya lihat di masa silam, masa kecil saya.

Dan disinilah saya sekarang, itu poinnya. Saya orang pertama di keluarga yang bekerja, dan mengambil jalur yang berbeda sekali dengan yang saya alami di masa kanak-kanak. Dan selama bertahun-tahun mencoba mencari link tentang apa yang saya dapat sewaktu kecil dengan apa yang saya lihat disini (lihat, karena saya belum merasakan).

Nah, ketika orang-orang itu, bekerja menghidupi diri dan keluarga mereka, apakah mereka menghidupi hidupnya sendiri? Apakah derap kegiatan sehari-hari itu punya isi, punya nyawa? Atau sekadar-sekadar?

Pertanyaan refleksinya, apakah saya dalam bekerja, menghidupi hidup saya sendiri? Apakah derap kegiatan saya sehari-hari itu punya isi, punya nyawa? Atau sekadar-sekadar?

Huh… Pertanyaan yang sulit untuk dibawa ke alam mimpi.